DENPASAR, MENARA62.COM. Upaya memperkuat kesejahteraan psikologis guru terus mendapat perhatian melalui penyelenggaraan Temu Guru Gembira 2026 yang mengusung tema “Guru Gembira untuk Semua”. Kegiatan yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali ini resmi dibuka pada Jumat (7/8) dan akan berlangsung hingga 9 Agustus 2026.
Temu Guru Gembira merupakan hasil kolaborasi Tenaga Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Ruang Gembira Belajar dan Artikel Tiga-Tiga Indonesia. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk memulihkan diri, memperkuat jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menjaga kesejahteraan psikologis sebagai bagian penting dari praktik pendidikan.
Sebanyak 40 guru dari berbagai satuan pendidikan mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas berbeda dari pelatihan pada umumnya. Para peserta diajak mengikuti pengalaman belajar yang menyenangkan melalui berbagai sesi, mulai dari Filosofi Guru Gembira, Kebijakan Budaya Aman Sekolah Nyaman, Praktik Mindfulness, Healing Circle, hingga pembentukan Komunitas Guru Gembira sebagai tindak lanjut program.
Dalam sambutannya, Kepala Subbagian Tata Usaha Menteri dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dyto Agung Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa Temu Guru Gembira bertujuan memberikan ruang bagi guru untuk memulihkan diri dari stres dan kelelahan emosional. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat keseimbangan emosional sekaligus membangun dukungan antarguru melalui pendekatan yang menggembirakan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPMP Provinsi Bali, I Made Alit Dwitama, menegaskan bahwa Temu Guru Gembira tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang aman bagi para pendidik untuk saling berbagi energi positif, merawat diri, dan memperkuat semangat dalam mendidik generasi bangsa. Ia berharap para peserta dapat kembali ke sekolah dengan semangat baru, hati yang lebih lapang, serta kegembiraan yang mampu menular kepada peserta didik maupun rekan sejawat.
Pembukaan Temu Guru Gembira 2026 ditandai dengan prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya komitmen bersama dalam menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada kesejahteraan para pendidik.
Melalui penyelenggaraan Temu Guru Gembira, diharapkan lahir komunitas guru yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki kesejahteraan psikologis yang baik sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

