28.7 C
Jakarta

WINNER 2020 Prioritaskan Kerjasama Bidang Medis dan Lingkungan

Must read

Beribadah, Benarkah Sulit?

Oleh Ashari, SIP)* KITA  lahir di dunia bukan tanpa tujuan. Kita lahir di dunia bukan kehendak sendiri. Meski kita harus berjuang dengan jutaan sel sperma...

Dubes RI di Jepang Dukung Pembentukan Jaringan Forum Bisnis WNI di 47 Perfektur

JAKARTA, MENARA62.COM - Forum Bisnis Baru Bersama (BBB) bagi WNI yang ada di Jepang melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Kedutaan Besar RI di Jepang,...

Menteri Kelautan Tebar Ribuan Benih Ikan di Embung Gadingan Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM – Dalam upaya mensinergikan budidaya ikan dengan pelestarian lingkungan, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Sakti Wahyu Trenggono bersama dengan Bupati Sleman Sri...

XL Axiata Wakafkan Jembatan Talagahiang di Lebak

LEBAK, BANTEN, MENARA62.COM -- Karyawan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mewakafkan sebuah jembatan antardesa di pelosok Kabupaten Lebak, Banten. Setelah melalui proses pembangunan...

JAKARTA, MENARA62.COM – Belanda menjadi negara dengan kualitas pendidikan tingginya yang sangat bagus. Di Negara tersebut banyak sekali universitas-universitas yang menduduki peringkat terbaik kelas dunia.

Karena itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pentingnya Indonesia belajar kepada Belanda dalam hal pengelolaan pendidikan tinggi.

“Saat ini universitas di Indonesia menduduki peringkat 296 di QS World (rangking universitas di dunia), hal ini bisa dikatakan cukup rendah di sisi Indonesia, mengingat Indonesia merupakan peringkat ke 4 berkaitan dengan populasi dan menduduki posisi ke 16 dalam GDP di perekonomian,” kata Bambang pada pembukaan ajang Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2020 yang digelar oleh NWO – KNAW – Nuffic Neso Indonesia – LIPI – ALMI – Kedutaan Besar Belanda di Indonesia secara virtual, Selasa (24/11/2020). WINNER 2020 mengambil tema “Achieving the SDGs: from Knowledge to Practice”.

Menteri Bambang mengatakan Indonesia membutuhkan upaya-upaya untuk mempercepat peningkatan kualitas perguruan tinggi.  Melalui WINNER, kolaborasi internasional menjadi prioritas, guna mempercepat peningkatan kualitas perguruan tinggi Indonesia terutama melalui kerjasama internasional dengan Belanda.

“Berdasarkan pengalaman saya ketika masih menjabat di Universitas Indonesia melakukan kontak dengan universitas luar negeri (baik dengan pihak universitas dan professor) untuk menawarkan kerjasama penelitian sangatlah mudah. Melalui acara ini diharapkan kerjasama penelitian Indonesia dengan Belanda dapat terus bertambah dan akan terus mendapatkan dukungan penuh dari kedua belah Negara,” jelas Bambang.

Menurutnya, WINNER adalah sebuah acara yang akan memberikan kesempatan untuk merefleksikan sejarah panjang kolaborasi Belanda-Indonesia, mengidentifikasi prioritas bersama, memperdalam hubungan antara kedua negara dan membentuk kolaborasi baru.

Senada juga disampaikan Ingrid van Engelshoven, Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda. Dalam pidato sambutannya  Ingrid van Engelshoven mengatakan Belanda berkomitmen untuk terus  memfasilitasi dan memperluas akses institusi pendidikan tinggi Belanda ke penelitian Indonesia dan peluang pendidikan serta kerjasama beasiswa.

Indonesia merupakan negara yang sangat berharga dan kami (Belanda) sangat beruntung telah sering melakukan kerjasama baik di ranah perguruan tinggi dan penelitian. Dapat dilihat bahwa perkembangan Indonesia sangat pesat dan dicapai dalam kurung waktu yang singkat. Bagi kami (Belanda) hal ini sangat mengesankan,” katanya.

Pentingnya kolaborasi internasional antar Indonesia dan Belanda, menurut Ingrid adalah untuk mempertahankan dan memajukan proses perkembangan kerjasama menjadi lebih baik. Ini tentu membutuhkan sumber daya manusia yang terbaik dan fasilitas yang terbaik  tanpa mengabaikan perbedaan yang ada di antara dua Negara tersebut.

Ingrid menegaskan bahwa Belanda adalah pintu gerbang ke Eropa untuk menjalin kerjasama yang kebih luas. Dan WINNER menjadi sebuah momentum bagi kedua negara untuk dapat terus melakukan kerja sama di masa yang akan datang.

Untuk saat ini, di tengah pandemic Covid-19, WINNER akan memprioritaskan pada penelitian dalam bidang medis dan kualitas hidup. Namun hal hal lain juga tidak akan dilupakan seperti climate change, biodiversity, law and justice, agriculture, hydrology.

Bambang Brodjonegoro mengatakan kesehatan dan pendidikan adalah 2 hal yang ada di dalam daftar utama kolaborasi pendidikan dan penelitian Indonesia-Belanda saat ini. Tetapi dalam kondisi pandemic Covid-19 seperti sekarang ini, tentunya area kesehatan yang sangat diprioritaskan dibandingkan dengan pendidikan.

Namun, lanjut Bambang, aspek ekonomi juga tidak boleh dilupakan. “Masyarakat bisa saja kebal dari virus yang ada, tetapi ada suatu kondisi dimana masyarakat tidak bisa bertahan hidup apabila tidak adanya pemasukan ekonomi,” katanya.

Aspek penting lainnya adalah persoalan lingkungan yang bersih karena ini akan mempengaruhi kesehatan masyarakat. Sehingga kombinasi tiga aspek yakni aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan harus seiring sejalan dan Indonesia dapat melihat contoh penerapan keseimbangan dalam ketiga aspek ini.

Penelitian dalam penemuan vaksin juga akan menjadi prioritas dalam kerjasama penelitian dan diharapkan Indonesia dan Belanda dapat melakukan hal ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ingrid van Engelshoven juga mengajak untuk  belajar bersama, bertukar pikiran bersama agar Belanda dan Indonesia dapat menjadi pemenang.

“Perkembangan pesat di Indonesia sangat mengesankan dan Kami (Belanda) ingin menjadi bagian dari perkembangan ini,” tutup Ingrid.

WINNER akan berfokus pada kolaborasi Indonesia – Belanda dalam sains dan pendidikan, termasuk kolaborasi dengan sektor swasta R&D, dalam kemitraan swasta-publik, dan menampilkan Living Labs sebagai inkubator untuk investasi perusahaan.

WINNER adalah acara rutin tahunan. WINNER 2020 kali ini merupakan yang pertama diselenggarakan. WINNER diumumkan oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte selama kunjungannya ke Indonesia pada bulan Oktober 2019 dan disampaikan oleh Ketua NWO Wim van den Doel kepada Raja dan Ratu Belanda serta Menteri Luar Negeri Indonesia, selama kunjungan kenegaraan Belanda ke Indonesia pada bulan Maret 2020.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Beribadah, Benarkah Sulit?

Oleh Ashari, SIP)* KITA  lahir di dunia bukan tanpa tujuan. Kita lahir di dunia bukan kehendak sendiri. Meski kita harus berjuang dengan jutaan sel sperma...

Dubes RI di Jepang Dukung Pembentukan Jaringan Forum Bisnis WNI di 47 Perfektur

JAKARTA, MENARA62.COM - Forum Bisnis Baru Bersama (BBB) bagi WNI yang ada di Jepang melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Kedutaan Besar RI di Jepang,...

Menteri Kelautan Tebar Ribuan Benih Ikan di Embung Gadingan Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM – Dalam upaya mensinergikan budidaya ikan dengan pelestarian lingkungan, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Sakti Wahyu Trenggono bersama dengan Bupati Sleman Sri...

XL Axiata Wakafkan Jembatan Talagahiang di Lebak

LEBAK, BANTEN, MENARA62.COM -- Karyawan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mewakafkan sebuah jembatan antardesa di pelosok Kabupaten Lebak, Banten. Setelah melalui proses pembangunan...

Setelah Forkompimda Kota Yogyakarta, Giliran Nakes Segera Divaksinasi Covid-19

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Asa untuk bisa segera terbebas dari pandemi muncul dengan adanya vaksinasi Covid-19 di Kota Yogyakarta. Kegiatan vaksinasi diawali dengan vaksinasi kepada...