Temu media terkait laporan keuangan PT Jamkrindo Syariah yang dihadiri Dirut PT Jamsyar Gatot Suprabowo dan Direktur Keuangan, SDM dan Umum, Endang Sri Winarni
close

JAKARTA, MENARA62.COM – PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) berencana memperluas penjaminan online. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari strategi Peningkatan Profitabilitas Melalui Perkuatan Teknologi Informasi & SDM Unggul.

“Kita sudah menetapkan target baik untuk pertumbuhan penjaminan maupun target perolehan laba untuk 2020. Itu sebabnya, untuk mencapai target kita tetapkan strategi, satu diantaranya pemanfaatan internet ini,” kata Direktur Utama PT Jamsyar Gatot Suprabowo, Selasa (25/2/2020).

Penjaminan online pada tahun sebelumnya diakui Gatot baru dilakukan untuk produk Penjaminan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan Penjaminan KUR iB (Kredit Usaha Rakyat Syariah). Pada tahun 2020, penjaminan online akan dilakukan untuk seluruh produk Jamsyar.

Di samping dari sisi perluasan penjaminan online, peningkatan pemanfaatan Teknologi Informasi untuk memperkuat daya saing bisnis adalah dengan melakukan pengembangan aplikasi e-klaim. Aplikasi e-klaim yang diintegrasikan dengan aplikasi penjaminan memungkinkan mitra penerima jaminan untuk lebih mudah dalam mengajukan klaim penjaminan.

Baca Juga: Jamsyar Tumbuh Jadi Entitas dengan Aset di Atas Rp1 Triliun

“Dari sisi internal, untuk mendukung peningkatan TI tersebut, maka Jamsyar juga akan memperkuat data center dan infrastruktur jaringan,” tambah Gatot.

Peningkatan TI juga akan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi proses di support system. Pengembangan aplikasi untuk support system yang dilakukan di tahun 2020 adalah pengembangan aplikasi pengelolaan dokumen, aplikasi pengelolaan asset dan inventaris perusahaan, serta aplikasi pengadaan barang/jasa berbasis online (e-procurement).

Dengan ketiga aplikasi tersebut Gatot berharap dokumen dapat terkelola dengan baik sehingga akan memudahkan proses kegiatan perusahaan, asset perusahaan dapat termonitor dengan baik, dan proses pengadaan menjadi lebih transparan dan efektif sehingga diperoleh barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dengan harga yang relative lebih murah.

Di samping ketiga aplikasi tersebut, Jamsyar juga akan mengembangkan aplikasi investasi sehingga investasi dapat dievaluasi dengan lebih mudah. Pada akhirnya diharapkan pengelolaan investasi dapat menjadi lebih baik, dan dapat meningkatkan yield of investment.

Selain itu, untuk memperkuat pengelolaan SDM, Jamsyar akan mengembangkan aplikasi penggajian, pelatihan dan penilaian kinerja. Dengan pengembangan aplikasi tersebut, maka proses penggajian menjadi lebih cepat dan akurat. Dengan aplikasi pelatihan dan penilaian maka talent perusahaan dapat terdata dengan baik, sehingga proses pengambilan keputusan terkait dengan pengembangan dan mutasi maupun promosi dapat dilakukan dengan lebih obyektif dan lebih tepat.

Strategi bisnis

Adapun strategi dalam bidang bisnis yang diterapkan Jamsyar di tahun 2020 adalah perluasan jaringan pemasaran dan penambahan mitra Penerima Jaminan untuk produk penjaminan eksisting.  Jaringan pemasaran diperluas dengan meningkatkan status Kantor Unit Pelayanan (KUP) menjadi Kantor Cabang, membuka Kantor Unit Pelayanan baru, dan Kantor Pemasaran (KP) serta membuka Kantor Cabang Utama (KCU) di Jakarta.

“Peningkatan status KUP diharapkan dapat mempercepat proses penjaminan di wilayah tersebut, sedangkan pembukaan KUP dan KP baru diharapkan dapat mendukung perluasan wilayah pasar sasaran,” tukas Gatot.

Baca Juga: PT Jamsyar Targetkan Pertumbuhan Penjaminan Rp35,01 Triliun

Adapun tujuan pembukaan KCU yang mempunyai wilayah kerja Jabodetabek adalah untuk mengoptimalkan pasar Jabodetabek yang cukup besar potensinya.

Selain perluasan jaringan, Jamsyar juga menambah jumlah produk yang ditawarkan. Di tahun 2020, produk baru yang akan dilaunching adalah produk penjaminan LC (Letter of Credit) dan SKBDN (Surat Kredit Berdokmen Dalam Negri). Penjaminan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan perdagangan baik dalam maupun luar negri, sehingga peran Jamsyar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi menjadi semakin besar.

Produk lainnya adalah penjaminan pembiayaan Fintech atau yang lebih dikenal dengan nama Peer to Peer Lending. Hal ini sejalan dengan berkembangnya teknologi di bidang pembiayaan, dimana potensi pertumbuhan bisnis baru ini dipandang cukup besar.

Dengan tambahan produk baru tersebut, maka komposisi portofolio penjaminan semakin bertambah banyak, dan diharapkan risiko portofolio semakin terdiversifikasi. Dengan adanya efek korelasi, maka risiko secara portofolio diharapkan akan menjadi lebih kecil, sehingga rasio klaim akan menurun.

Terkait strategi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tahun 2020 dilakukan dengan membentuk struktur organisasi baru untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh stakeholder Jamsyar. Dalam struktur organisasi baru tersebut, kata Gatot, terdapat beberapa perubahan penting, yaitu adanya unit kerja baru berupa Divisi Penunjang Bisnis, Bagian Jaringan dan Layanan Pengaduan, serta adanya pemisahan fungsi manajemen risiko dari Direktorat Operasional.

“Perubahan tersebut diharapkan pengembangan bisnis dan tata kelola dalam proses penjaminan semakin baik,” jelasnya.

Baca Juga: Jamsyar Jalin Kerjasama dengan Dirjen Dukcapil

Untuk mendukung perubahan struktur organisasi dan penambahan jaringan layanan, maka Jamsyar akan melakukan penambahan jumlah SDM. Selain peningkatan kuantitas, Jamsyar juga melakukan peningkatan kualitas SDM. Guna meningkatkan kualitas SDM, maka di tahun 2020, Jamsyar akan melakukan kegiatan Diklat untuk pengembangan knowledge, skill dan attitude, baik hard competency maupun soft competency, serta melakukan sertifikasi untuk beberapa bidang yang penting, antara lain tenaga ahli penjaminan, manajemen risiko, audit internal, IT, Human Resource, hukum, pengadaan barang dan jasa.

Di samping itu, untuk meningkatkan motivasi karyawan, maka akan dilakukan penyempurnaan system penilaian kinerja dan talent management serta meningkatkan penghasilan karyawan. Dengan program-program tersebut, diharapkan kualitas dan loyalitas SDM akan meningkat sehingga tercipta SDM unggul yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan guna mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Seperti diketahui tahun 2020 ini, PT Jamsyar menargetkan pertumbuhan penjaminan sebesar Rp35,01 triliun dan perolehan laba Rp53,05 miliar.