close

KAIRO, MENARA62.COM — Konferensi Internasional tentang pembaharuan pemikiran Islam digelar di Kairo, 27-28 Januari 2020.

Prof Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, sejak Ahad (26/1/2020), sudah berada di Kairo, guna berbicara dalam forum tersebut. Konferensi ini dihadiri 300 tokoh dan ulama Islam dari 41 negara.

Dari Indonesia, selain Din, juga hadir Prof Quraish Shihab (anggota majelis Hukama Islam Dunia), Dr Tgb Zainul Majdi (Ketua Asosiasi Alumni Al-Azhar), Dr Muklis Hanafi (Direktur Museum Al-Qur’an), dan KH Anizar Masyhadi (Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Jateng)

Din Syamsuddin menjelaskan, konferensi diselenggarakan atas arahan Presiden Mesir Abdul Fattah Asisi dan Syaikh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Thoyyib.

Konferensi ini, menurut Din, penting dan tepat waktu. Konferensi ini, diselenggarakan di tengah “kerusakan global akumulatif” yang melanda dunia dan merusak peradaban umat manusia. Kerusakan akumulatif tersebut, bersumber pada Sistem Dunia yang berpangkal pada paham sekuler-liberal. Sekularisme-liberalisme ini telah mendorong liberalisasi ekonomi, politik, dan budaya.

Menurut Din, sebagai penganut agama kemajuan dan jalan tengah, umat Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan perubahan dan perbaikan, yakni dengan mengajukan “peradaban alternatif”. Umat Islam di Indonesia telah mengambil porsi tanggung jawab dengan partisipasi aktif dalam pembangunan nasional, melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik mayarakat madani maupun pemerintah, atas dasar kebaikan dan perbaikan.