SOLO, MENARA62.COM — Sebanyak 22 sekolah Muhammadiyah di Kota Surakarta berkumpul untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menyusun strategi pengembangan sekolah selama satu tahun ke depan.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui Rapat Kerja Sekolah Sentral yang digelar Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah (PDM) Muhammadiyah Kota Surakarta di BBGTK Jawa Tengah, Jumat-Sabtu (7-8/8/2026).
Forum ini mempertemukan kepala sekolah dan seluruh wakil kepala sekolah dari 22 sekolah Muhammadiyah untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, serta rencana pengembangan sekolah.
Rapat kerja dibuka Ketua PDM Kota Surakarta Drs. K.H. Anwar Sholeh, M.Hum. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum., hadir sebagai keynote speaker.
Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta yang juga Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd., mengatakan forum tersebut sengaja dirancang bukan sekadar untuk menyampaikan laporan tahunan.
Menurut dia, masing-masing sekolah diberi waktu sekitar tujuh menit untuk memaparkan capaian selama satu tahun terakhir dan rencana kerja untuk satu tahun mendatang.
“Selama dua hari ini mereka saling belajar antara satu sekolah dengan sekolah yang lain,” kata Mohamad Ali.
Bukan Sekadar Laporan Tahunan
Ali mengatakan, setelah setiap sekolah mempresentasikan program dan capaian, peserta diberi kesempatan untuk berdialog dan mendiskusikan berbagai praktik baik.
Dengan cara itu, setiap sekolah diharapkan tidak hanya mengetahui perkembangan internalnya, tetapi juga dapat belajar dari inovasi sekolah Muhammadiyah lainnya.
“Mereka saling berinteraksi, saling berdialog, saling berdiskusi, saling berbagi,” ujarnya.
Menurut Ali, setiap sekolah memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, tidak semua inovasi sekolah lain harus diterapkan secara sama persis.
Namun, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi untuk melahirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
“Semua sekolah akan berkembang sesuai dengan kondisi sekolah yang ada. Pada saat yang sama juga belajar dari inovasi-inovasi di sekolah yang lain,” kata dia.
Kepercayaan Masyarakat Jadi Target
Ali menegaskan, peningkatan kinerja dan kualitas layanan pendidikan menjadi target utama dari forum tersebut.
Ia berharap perbaikan yang dilakukan sekolah Muhammadiyah pada akhirnya berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Target dengan adanya raker ini semua sekolah Muhammadiyah itu meningkat kinerjanya, meningkat layanannya kepada siswa sehingga sekolah-sekolah Muhammadiyah bisa dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.
Bagi Ali, kepercayaan masyarakat bukan sekadar indikator reputasi sekolah.
Kepercayaan itu, kata dia, akan terlihat ketika orangtua memilih sekolah Muhammadiyah untuk pendidikan putra-putrinya.
“Kepercayaan masyarakat itu diwujudkan dengan cara mempercayakan putra-putri terbaiknya untuk bersekolah di sekolah-sekolah Muhammadiyah,” katanya.
Sekolah Non-Sentral Juga Didorong Berinovasi
Penguatan mutu sekolah, menurut Ali, tidak hanya menyasar sekolah sentral yang dikelola Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta.
Sekolah Muhammadiyah non-sentral yang berada di bawah pengelolaan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) juga didorong melakukan evaluasi dan perencanaan serupa.
Ali mengatakan, Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta sebelumnya telah beberapa kali mengikutsertakan sekolah non-sentral dalam forum sejenis.
Ke depan, ia berharap pimpinan majelis pendidikan di tingkat cabang maupun ranting dapat mengambil inisiatif untuk menggelar rapat kerja secara mandiri.
“Diharapkan pimpinan majelis dikdasmen di cabang maupun di ranting bisa menyelenggarakan acara serupa ini, tidak dengan fasilitasi Majelis Pendidikan PDM, tetapi dengan inisiatif masing-masing cabang maupun ranting,” tuturnya.
Menurut Ali, perencanaan menjadi bagian penting dalam memastikan sekolah mampu bergerak secara terarah.
“Intinya, kepemimpinan itu harus dipertanggungjawabkan dan kepemimpinan ke depan itu juga harus ada perencanaan yang baik,” ujar dia.
Ia meyakini perencanaan yang baik akan membuka ruang lebih besar bagi sekolah untuk melakukan inovasi.
“Dengan perencanaan yang baik, insyaallah inovasi sekolah akan semakin berkembang, akan semakin dinamis sehingga sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin dipercaya oleh masyarakat,” katanya.
Kepala Sekolah Dituntut Terus Bergerak
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, Dr. Rusmanto, menilai rapat kerja tersebut memberikan manfaat langsung bagi kepala sekolah.
Selain menjadi forum pelaporan program selama satu tahun, kegiatan itu menjadi ruang untuk menyampaikan rencana tindak lanjut sekolah.
“Dengan adanya raker ini yang pertama sebagai wahana untuk melaporkan semua kegiatan selama satu tahun dan juga untuk memaparkan rencana tindak lanjut untuk tahun ke depannya,” ujar Rusmanto.
Menurut dia, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mengukur sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah.
Rusmanto mengatakan kepala sekolah harus terus bergerak agar sekolah yang dipimpinnya mampu menjadi sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.
“Dengan adanya momen ini menjadi pemicu dan pemacu kepala sekolah untuk terus bergerak menunjukkan bahwa kita mampu untuk bisa memimpin menjadi sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan diminati masyarakat,” kata Rusmanto.
Rapat kerja dua hari tersebut pun menjadi bagian dari upaya Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta membangun budaya evaluasi, kolaborasi, dan inovasi antarsekolah.
Harapannya, peningkatan kualitas pengelolaan sekolah tidak hanya menghasilkan program kerja baru, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Muhammadiyah di Kota Surakarta. (*)
