31.8 C
Jakarta

Yoghurt Daun Pakis YOGREEN UMS Melaju ke KMI Expo 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62 COM — Inovasi pangan berbasis bahan lokal kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id ke panggung nasional. Tim YOGREEN UMS lolos seleksi kelompok usaha Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan berhak tampil dalam KMI Expo XVII Tahun 2026.

 

YOGREEN merupakan inovasi yoghurt fungsional berbahan ekstrak daun pakis yang dikembangkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UMS. Produk tersebut memadukan riset pangan, inovasi, dan kewirausahaan dengan mengangkat potensi bahan lokal.

 

Ketua Tim YOGREEN, Rizqy Habibi, mengatakan kelolosan tahun ini menjadi kesempatan kedua bagi timnya untuk tampil di KMI Expo. Menurut dia, pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan perkembangan YOGREEN dari tahun sebelumnya.

 

“Tentunya kami sangat bersyukur dan bangga karena YOGREEN kembali mendapatkan kesempatan untuk lolos seleksi KMI Expo XVII 2026. Bagi kami, ini bukan hanya tentang lolos kembali, tetapi juga menjadi bukti bahwa YOGREEN terus berkembang dari tahun sebelumnya,” ujar Rizqy, Sabtu (19/9/2026).

 

Berawal dari Riset Daun Pakis

 

YOGREEN bermula dari penelitian mengenai pemanfaatan daun pakis sebagai bahan pangan fungsional. Tim melihat potensi senyawa bioaktif dalam daun tersebut untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah.

 

Ekstrak daun pakis kemudian dipadukan dengan stevia dan kultur probiotik untuk menghasilkan yoghurt fungsional. Saat ini, YOGREEN tersedia dalam tiga pilihan rasa, yakni original, madu, dan strawberry.

 

Pengembangan produk dilakukan melalui sejumlah tahapan pengujian dan validasi. Di antaranya uji organoleptik, kadar gula, fitokimia, particle size analysis (PSA), hingga pengembangan informasi nilai gizi.

 

Tak berhenti pada pengujian produk, tim juga melakukan validasi pasar dengan melibatkan 120 responden. Hasil validasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk menyempurnakan produk, kemasan, pemasaran, legalitas, hingga model bisnis.

 

“Prosesnya tidak berhenti pada penelitian, tetapi terus kami kembangkan menjadi produk yang siap dipasarkan,” kata Rizqy.

 

Sudah Terjual 500 Pcs

 

Pembinaan melalui P2MW turut mendorong YOGREEN memasuki tahap pengembangan usaha yang lebih luas. Tim mulai memperkuat strategi penjualan business-to-consumer (B2C), mengembangkan pasar business-to-business (B2B), serta menjajaki kerja sama dengan mitra apotek.

 

Hingga perkembangan terbaru, produk YOGREEN tercatat telah terjual sekitar 500 pcs.

 

Di balik perkembangan tersebut, tim masih menghadapi tantangan, terutama terkait kontinuitas pasokan daun pakis. Faktor musim dapat memengaruhi ketersediaan bahan baku sehingga tim perlu membangun rantai pasok yang lebih berkelanjutan.

 

“Selain itu, kami juga perlu membagi waktu antara pengembangan usaha dan aktivitas akademik,” ujar Rizqy.

 

Dalam proses tersebut, tim mendapatkan pembinaan dan evaluasi dari program P2MW bersama dosen pendamping Dr. drg. Ana Riolina, M.PH. Pembinaan mencakup validasi pasar, pemasaran, keuangan, legalitas, hingga pengembangan model bisnis.

 

Kembali ke Panggung Nasional

 

Keikutsertaan YOGREEN di KMI Expo XVII bukan merupakan capaian pertama. Pada 2025, tim tersebut berhasil lolos KMI Expo XVI dan melaju hingga tahap KMI Award 2025.

 

Tahun ini, YOGREEN kembali memperoleh kesempatan berkompetisi melalui pembinaan P2MW tahap bertumbuh.

 

Bagi tim, KMI Expo XVII tidak sekadar menjadi arena kompetisi. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan inovasi, memperluas jejaring, mendapatkan masukan dari konsumen dan pemangku kepentingan, sekaligus membuka peluang kemitraan.

 

“Kami ingin datang bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga membawa hasil perkembangan YOGREEN dan memberikan yang terbaik untuk UMS,” tutur Rizqy.

 

Ia berharap YOGREEN dapat terus memperluas pasar dan kemitraan sekaligus memberikan dampak ekonomi melalui pemanfaatan bahan lokal dan keterlibatan petani sebagai pemasok bahan baku.

 

KMI Expo XVII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 September–1 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

 

Tim YOGREEN terdiri atas Rizqy Habibi, Muhammad Luqman Khakim, Faiz Azka, dan Muhammad Yusrifar Buana Fajrin dari Program Studi Kedokteran Gigi, serta Nabil Anugrah Pasha dari Program Studi Bisnis Digital. Tim tersebut didampingi Dr. drg. Ana Riolina, M.PH. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!