26.9 C
Jakarta

Solo Literacy Festival 2026 Bidik Peningkatan Indeks Literasi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Solo Literacy Festival 2026 sebagai upaya memperkuat budaya baca dan meningkatkan perilaku literasi masyarakat.

 

Kegiatan yang berlangsung pada 17-19 September 2026 tersebut digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, Gajahan, Pasarkliwon, Surakarta. Festival menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif yang menyasar pelajar hingga masyarakat umum.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta, Heny Ermawati, SH., M.Hum., mengatakan festival tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan Indeks Perilaku Literasi Masyarakat (IPLM) sekaligus mendorong tingkat kegemaran membaca warga.

 

Menurut Heny, posisi Surakarta saat ini berada di peringkat keempat dalam IPLM di tingkat Jawa Tengah. Karena itu, berbagai kegiatan literasi terus didorong agar posisi tersebut dapat meningkat.

 

“Festival ini salah satunya untuk meningkatkan IPLM dan tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Surakarta,” kata Heny saat ditemui di sela-sela kegiatan.

 

Dorong Budaya Baca Sejak Dini

 

Heny menuturkan, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam festival tersebut. Pelibatan anak secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus membangun budaya literasi sejak usia dini.

 

Selain membaca, literasi juga diarahkan untuk memperluas wawasan dan membangun kemampuan berpikir kritis masyarakat.

 

Festival tidak hanya menghadirkan aktivitas edukasi, tetapi juga membuka ruang interaksi antara masyarakat, penerbit buku, dan pelaku UMKM.

 

Sejumlah kegiatan digelar, antara lain workshop literasi, pameran dan penjualan buku, serta aktivitas yang melibatkan anak-anak. Kehadiran UMKM turut memberikan warna tersendiri sehingga festival tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga mempertemukan aktivitas literasi dengan ekonomi kreatif masyarakat.

 

Perkuat Ekosistem Literasi

 

Menurut Heny, peningkatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kebiasaan membaca dan memperkuat ekosistem literasi.

 

Karena itu, Solo Literacy Festival 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat. Penerbit, UMKM, pelajar, anak-anak, hingga masyarakat umum dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

 

Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan interaksi yang lebih luas antara masyarakat dan bahan bacaan sekaligus memperkuat akses terhadap berbagai sumber pengetahuan.

 

“Harapannya anak-anak dan masyarakat semakin gemar membaca,” ujar Heny.

 

Ia berharap kegiatan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di Kota Surakarta.

 

Peningkatan budaya baca, menurut dia, tidak hanya berkaitan dengan jumlah buku yang dibaca masyarakat, tetapi juga bagaimana aktivitas literasi mampu memperluas wawasan dan mendorong masyarakat berpikir kritis.

 

Dengan demikian, Solo Literacy Festival 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi yang lebih kuat dan meningkatkan posisi Kota Surakarta dalam Indeks Perilaku Literasi Masyarakat (IPLM) di Jawa Tengah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!