SOLO, MENARA62.COM — Lima tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ mematangkan persiapan menuju KMI Expo XVII 2026 melalui Mini Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo di Hall Lantai 2 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang digelar Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS tersebut menjadi puncak Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) sekaligus ajang pemantapan sebelum lima tim UMS tampil dalam KMI Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Banyumas, Jawa Tengah, 29 September–1 Oktober 2026.
Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mengapresiasi mahasiswa yang berhasil lolos ke ajang tersebut. Ia berharap pengalaman selama mengikuti P2MW dapat terus dikembangkan menjadi bekal membangun usaha dan menjadi pengusaha masa depan.
“Selamat untuk para tim KMI yang sudah bertumbuh. Mudah-mudahan semakin bertumbuh dan bisa jadi pengusaha sukses masa depan,” ujar Ihwan.
Menurut dia, kegiatan kewirausahaan mahasiswa bukan sekadar menjadi etalase produk. Di balik produk yang ditampilkan terdapat proses kerja tim, pengembangan inovasi, serta pemanfaatan berbagai sumber pengetahuan.
“Expo ini tidak sekadar hanya menunjukkan produknya. Tapi saya yakin ini adalah hasil kerja tim yang luar biasa. Inovasi yang dikembangkan dengan berbagai sumber pengetahuan,” katanya.
Ihwan menegaskan, UMS akan terus memfasilitasi kegiatan mahasiswa yang mendukung prestasi sekaligus memperkuat daya saing lulusan.
“UMS tentu berkomitmen untuk selalu memfasilitasi berbagai kegiatan untuk menunjang prestasi dan sekaligus juga menyiapkan daya saing lulusan kita,” tuturnya.
Lima Tim Lolos KMI Expo
Kasubdit Soft Skill dan Layanan Kemahasiswaan DKPTI UMS Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., mengatakan P2MW 2026 diikuti enam tim UMS yang memperoleh pendanaan. Dari enam tim tersebut, lima tim berhasil lolos ke KMI Expo 2026.
“Pada P2MW tahun 2026 ini, tim-tim dari P2MW yang kemarin sudah mendapatkan pendanaan sejumlah enam tim. Saat ini lolos untuk maju ke final dalam KMI Expo lima tim,” jelas Azizah.
Kelima tim tersebut berasal dari beragam bidang usaha, yakni Klanceng Edufarm dan Biofeed pada bidang budidaya, Yogreen dan Leafcocho pada bidang F&B, serta BenerinAja pada bidang digital.
Menjelang kompetisi di UNSOED, mahasiswa masih akan mendapatkan pendampingan untuk mematangkan presentasi maupun produk yang akan dibawa dalam ajang nasional tersebut.
Azizah juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen pendamping dan tim DKPTI yang turut mendukung proses pembinaan mahasiswa sejak program P2MW berlangsung.
Klanceng Edufarm Andalkan Madu Lebah Klanceng
Salah satu tim yang akan membawa nama UMS dalam KMI Expo XVII 2026 adalah Klanceng Edufarm. Tim yang bergerak di bidang budidaya lebah klanceng tersebut telah melakukan persiapan selama sekitar tiga hingga empat bulan.
CEO Klanceng Edufarm Hibatullah Al-Mubarok mengatakan pembentukan dan pematangan tim menjadi salah satu tantangan dalam proses pengembangan usaha. Tim tersebut mendapat pendampingan dari Dr. Mutoharun Jinan, M.Ag.
Persiapan itu merupakan bagian dari rangkaian P2MW yang berlangsung selama lima bulan. Menurut Hibatullah, proses tersebut membantu tim memahami kondisi dan bidang usaha yang mereka jalankan.
“Total persiapan kurang lebih tiga sampai empat bulan. Kami sudah berhasil menyiapkan terkait kematangan tim kami dalam memahami situasi kondisi di perusahaan,” ungkapnya.
Klanceng Edufarm memiliki inovasi dalam budidaya lebah klanceng dengan mengarahkan lebah mengonsumsi nektar dari bunga air mata pengantin.
“Budidaya kami mengkhususkan untuk lebah kami supaya mengkonsumsi bunga air mata pengantin,” katanya.
Menurut Hibatullah, penggunaan nektar bunga tersebut menghasilkan karakteristik madu yang berbeda, terutama dari sisi tekstur, rasa, dan warna. Tim Klanceng Edufarm juga telah melakukan uji laboratorium terhadap produk yang dikembangkan.
Kini, Klanceng Edufarm bersama empat tim UMS lainnya bersiap menghadapi KMI Expo XVII 2026 di UNSOED.
Hibatullah berharap perjuangan mereka dapat menghasilkan prestasi sekaligus membawa nama UMS di tingkat nasional.
“Harapan kami ingin mendapatkan hasil terbaik dengan pulang membawa berbagai penghargaan, supaya bisa mengharumkan nama baik Universitas Muhammadiyah Surakarta,” pungkasnya. (*)

