SOLO, MENARA62.COM – Ribuan jemaah memadati Lapangan Pamedan Mangkunegaran, Surakarta, pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026). Ibadah berlangsung khidmat dengan imam dan khatib KH Drs Subari, mantan Ketua MUI Surakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Keprabon dan didukung oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keprabon. Sejak pagi, jemaah dari berbagai wilayah di Kota Surakarta dan sekitarnya telah memadati kawasan Pamedan untuk mengikuti salat Id berjamaah.
Perwakilan panitia, Fathul Hadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini mengacu pada penggunaan kalender hijriah global tunggal yang mulai diterapkan Muhammadiyah.
“Pada tahun ini kami mulai menggunakan kalender hijriah global tunggal. Harapannya ke depan umat Islam dapat melaksanakan hari raya secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaah yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang, sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Terkait adanya perbedaan penetapan 1 Syawal, pihaknya menegaskan pentingnya sikap saling menghargai. “Kami menghargai semua perbedaan karena masing-masing memiliki dasar dalam menentukan awal bulan kamariah,” imbuhnya.
Sementara itu, KH Subari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kadipaten Mangkunegaran yang telah menyediakan Lapangan Pamedan sebagai lokasi pelaksanaan Salat Id.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki makna simbolis yang kuat dalam mempererat hubungan antara pemimpin dan masyarakat.
“Ini menjadi simbol manunggaling kawula Gusti, antara pemimpin dan rakyat dalam memakmurkan serta mencerahkan syiar Islam,” tuturnya.
Menurutnya, tradisi pelaksanaan Salat Id di Pamedan Mangkunegaran yang telah berlangsung selama puluhan tahun menjadi wujud nyata sinergi antara umara dan umat dalam membesarkan Islam di Kota Surakarta.
KH Subari juga berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik pada Idulfitri maupun Iduladha di masa mendatang.
Menutup khutbahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk saling memaafkan dan kembali kepada fitrah. “Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita kembali suci dan memperoleh keberkahan,” pungkasnya.
