30 C
Jakarta

Kolaborasi UMS–Leeds, Bahas Kesehatan Mental Muslim Berbasis Agama

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan berbasis integrasi iman dan sains melalui penyelenggaraan Seminar on Religion and Mental Health yang dirangkaikan dengan Training on Culturally Adapted Behavioral Activation for Muslim Population (BAM) pada Senin, (30/3) di Ruang Seminar Lantai 7, Gedung Induk Siti Walidah UMS.

 

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Fakultas Psikologi UMS dengan University of Leeds, Inggris, yang menghadirkan akademisi dan praktisi lintas negara untuk membahas peran agama dalam kesehatan mental, khususnya dalam konteks masyarakat Muslim.

 

Dekan Fakultas Psikologi UMS, Dr. Lisnawati Ruhaena, S.Psi., M.Si., Psikolog, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena mempertemukan dimensi profesional dan nilai-nilai keislaman dalam satu forum akademik.

 

“Konsep Behavioral Activation for Muslim Population (BAM) bukan sekadar teori, tetapi merupakan alat praktis yang dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam intervensi kesehatan mental berbasis nilai Islam,” kata Lisnawati.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan universitas serta kehadiran para mitra internasional, seperti Prof. Ghazala Mir dari University of Leeds dan Prof. Shukran bin Abdul Rahman, yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pengembangan psikologi Islam.

 

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga membuka peluang besar untuk memberikan dampak yang lebih luas dalam pengembangan keilmuan psikologi Islam di tingkat global.

 

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menekankan bahwa isu kesehatan mental merupakan tantangan global yang membutuhkan pendekatan multidimensional, tidak hanya dari sisi ilmiah, tetapi juga budaya dan spiritual.

 

“Agama memiliki peran penting sebagai sumber makna, ketahanan, dan harapan yang dapat mendukung kesejahteraan psikologis individu, sehingga integrasi antara sains dan agama menjadi sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Ihwan mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proyek penelitian internasional yang dipimpin oleh Fakultas Psikologi UMS bersama University of Leeds, dengan dukungan pendanaan dari International Strategic Fund (ISF).

 

Ia juga menambahkan bahwa rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan BAM yang bertujuan membekali akademisi dan praktisi dengan pendekatan intervensi kesehatan mental yang sensitif secara budaya, khususnya bagi komunitas Muslim.

 

Melalui kegiatan ini, Ihwan berharap UMS dapat menjadi pusat pengembangan kajian psikologi Islam yang berdaya saing global, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi berkelanjutan dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara mental dan spiritual. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!