JAKARTA, MENARA62.COM — Indonesia masih memiliki cadangan dan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) yang cukup melimpah, diperkirakan mencapai sekitar 2,31 miliar barel. Namun, potensi besar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal akibat minimnya kegiatan eksplorasi yang masif dan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal IKAL FISIP UIN Jakarta, Jiaul Haq, menegaskan bahwa kondisi sumur migas nasional saat ini didominasi oleh sumur tua yang secara alami mengalami penurunan produksi.
“Sebagian besar sumur migas kita sudah masuk kategori sumur tua. Ini berdampak langsung pada penurunan lifting minyak nasional dari yang sebelumnya pernah mencapai sekitar 900 ribu barel per hari (BOPD), kini turun menjadi sekitar 610 ribu BOPD,” ujarnya.
Selain itu, persoalan sumur ilegal juga menjadi tantangan serius. Diperkirakan terdapat sekitar 45 ribu sumur ilegal yang hingga kini belum tertangani secara optimal. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kehilangan potensi produksi, tetapi juga menimbulkan risiko lingkungan dan keselamatan.
Lebih lanjut, Jiaul Haq menekankan pentingnya langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kembali produksi migas nasional. Ia menyebutkan setidaknya dua hal utama yang perlu menjadi perhatian.
“Pertama, perlu adanya kepastian bagi investor untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Tanpa jaminan regulasi dan iklim investasi yang kondusif, sulit mendorong eksplorasi besar-besaran. Kedua, tren penurunan produksi setiap tahun harus segera diatasi dengan kebijakan yang progresif,” jelasnya.
Pernyataan ini juga menanggapi pertemuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia yang membahas potensi cadangan minyak serta peluang kerja sama di bidang energi, termasuk nuklir.
Menurut Jiaul Haq, kerja sama internasional dapat menjadi peluang strategis, namun tetap harus diimbangi dengan penguatan kapasitas domestik, khususnya dalam eksplorasi dan pengelolaan sumber daya migas.
“Kerja sama global penting, tetapi kunci utamanya tetap pada bagaimana Indonesia mampu mengoptimalkan potensi dalam negeri melalui eksplorasi yang masif dan tata kelola yang baik,” tutupnya.

