31.9 C
Jakarta

Tinjau Hari Pertama TKA SD, Wamen Fajar: Diikuti 4,49 Juta Siswa Secara Nasional

Baca Juga:

TANGERANG SELATAN, MENARA62.COM Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) resmi dimulai pada Senin (20/4). Wakil Menteri Pendidikan, Fajar Rizaul Haq, meninjau langsung pelaksanaan ujian di SDN 103 Rawabuntu, Tangerang Selayan bersama sejumlah pejabat kementerian, dinas pendidikan, serta jajaran sekolah.

Dalam keterangannya kepada media, Wamen Fajar menyampaikan bahwa TKA SD tahun ini akan diikuti oleh sekitar 4,49 juta siswa kelas 6 di seluruh Indonesia. Khusus pada hari pertama, jumlah peserta yang mengikuti ujian mencapai lebih dari 1,5 juta siswa.

“Pelaksanaan TKA SD berlangsung mulai tanggal 20 hingga 30 April, dan diikuti oleh sekitar 175.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Fajar didampingi Kepala BSKAP Toni Toharuddin, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, hasil evaluasi pelaksanaan TKA jenjang SMP yang telah berlangsung pada 6–16 April menunjukkan hasil yang positif. “Alhamdulillah pelaksanaan TKA SMP berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti, baik dari sisi koneksi internet maupun kebocoran soal,” katanya.

Fajar menjelaskan bahwa berbagai perbaikan telah dilakukan sejak pelaksanaan TKA di jenjang SMA sebelumnya, yang sempat menghadapi sejumlah kendala. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan di tingkat SMP dan SD.

“Hingga saat ini, pelaksanaan di lapangan berjalan baik. Tidak ditemukan kebocoran soal yang signifikan, dan sistem berjalan lebih stabil,” jelasnya.

Dalam peninjauannya, Fajar juga memastikan kesiapan siswa. Ia menyebut para peserta terlihat tenang dan telah terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer.

“Anak-anak sudah melakukan simulasi sebelumnya, jadi mereka cukup familiar dengan tahapan ujian. Saya juga berpesan agar mereka mengerjakan soal dengan tenang, tidak terburu-buru, dan tetap jujur,” ujarnya.

Tidak Menentukan Kelulusan

Wamen Fajar menegaskan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Oleh karena itu, ia mengimbau siswa agar tidak merasa tertekan dalam menghadapi ujian ini.

“Hasil TKA tidak menentukan kelulusan, jadi tidak perlu panik. Yang penting anak-anak bisa mengerjakan dengan jujur dan gembira,” katanya.

Ia juga menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan agar TKA dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Ini adalah bagian dari upaya kita untuk melahirkan generasi yang cerdas, unggul, dan berkarakter,” tambahnya.

Sementara itu, kepala SD N Rawabuntu 03 Amir Mahmud mengakui masih terdapat kendala terkait keterbatasan perangkat. Di SDN 103 Rawabuntu, misalnya, jumlah perangkat yang tersedia belum sebanding dengan jumlah siswa.

“Kami memiliki 167 siswa, tetapi perangkat yang tersedia hanya sekitar 20 unit. Karena itu pelaksanaan dilakukan secara bergelombang hingga enam hari,” ujar Amir Mahmud.

Meski demikian, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, termasuk simulasi ujian, penyediaan materi pembelajaran, hingga kesiapan listrik dengan menyediakan genset sebagai cadangan.

Sistem dan Bentuk Soal

Kepala BSKAP Kemendikdasmen Toni Toharuddin mengatakan TKA dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer dengan bentuk soal pilihan ganda. Untuk setiap mata pelajaran, siswa diberikan 30 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 75 menit.

Materi ujian mencakup kemampuan literasi dan numerasi, dengan model soal yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS).

“Model soal bersifat naratif dan analitis, sehingga mendorong siswa untuk berpikir logis dan tidak sekadar menghafal,” jelas Fajar.

Dalam penyusunan soal, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah. Saat ini, porsi soal masih didominasi oleh pusat, namun secara bertahap akan ditingkatkan keterlibatan daerah.

“Ini bagian dari upaya membangun rasa kepemilikan bersama dalam sistem evaluasi pendidikan,” ujar Wamen Fajar.

Wamen Fajar berharap pelaksanaan TKA SD tahun ini dapat berjalan lancar hingga selesai.

“Kita berharap semua berjalan dengan baik, dan anak-anak dapat menjalani ujian ini dengan jujur dan penuh semangat,” tutupnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!