MAGELANG, MENARA62.COM – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana yang inklusif terus digencarkan. Dosen Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) ambil bagian dalam edukasi tanggap darurat bagi komunitas disabilitas melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang.
Pelatihan bertema “Bersama Lebih Kuat: Mitigasi Bencana Inklusif untuk Komunitas Disabilitas” ini digelar pada Jumat (24/4) di Aula Kantor Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang. Sebanyak 90 peserta dari kalangan disabilitas mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Hadir sebagai narasumber utama, Ns. Robiul Fitri Masithoh, M.Kep., dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UNIMMA, menekankan pentingnya pendekatan mitigasi bencana yang ramah dan adaptif bagi semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas.
Dalam pemaparannya, Robiul menjelaskan berbagai protokol tanggap darurat serta teknik mitigasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing disabilitas. Mulai dari instruksi verbal untuk tunanetra, instruksi visual bagi tunarungu, hingga teknik evakuasi aman seperti two-person carry untuk disabilitas fisik.
“Mitigasi bencana harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Pendekatan yang tepat bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kemandirian saat menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.
Tak hanya teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung teknik evakuasi sesuai kondisi masing-masing. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kesiapan mereka saat menghadapi situasi bencana nyata.
Robiul menambahkan bahwa pemahaman inklusif dalam penanggulangan bencana menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh. Menurutnya, disabilitas bukanlah hambatan untuk bertahan dan beradaptasi.
“Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang tepat, setiap individu memiliki peluang yang sama untuk selamat,” tegasnya.
Selain itu, Susianah selaku Pembina UKM FORDA (Forum Ramah Difabel) UNIMMA turut memberikan perspektif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah difabel, khususnya dalam kondisi darurat kebencanaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas dan kesiapsiagaan komunitas disabilitas di Kota Magelang semakin meningkat. Sekaligus mendorong terwujudnya sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
UNIMMA sendiri menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif melalui kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan edukasi serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas. (*)

