SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta ums.ac.id (UMS) kembali menunjukkan komitmennya sebagai rujukan pengembangan pendidikan tinggi dengan menerima kunjungan studi banding dari Universitas Garut pada Kamis (23/4). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS lantai 8 ini menegaskan peran strategis UMS dalam penguatan kualitas Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes).
Wakil Dekan III FKIP UMS Dr. Nur Subekti menyampaikan bahwa UMS terus membuka ruang kolaborasi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat nasional.
“UMS berkomitmen menjadi ruang berbagi praktik baik antarperguruan tinggi. Studi banding ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi menjadi forum dialog produktif untuk memperkuat sistem akademik dan mendorong inovasi pembelajaran,” ujarnya, Jumat (24/4).
Menurutnya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS secara konsisten mengembangkan pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk melalui penguatan kompetensi mahasiswa berbasis praktik dan penelitian. Hal ini menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, sportivitas, dan daya saing global.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS Dr. Eko Sudarmanto menambahkan, Prodi Penjas UMS telah mengimplementasikan berbagai inovasi, salah satunya melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
“Kami memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui pendekatan OBE. Selain itu, kami juga mengembangkan program unggulan seperti penelitian mahasiswa, pengabdian masyarakat berbasis olahraga, serta kolaborasi dengan berbagai mitra,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa penguatan jejaring antarperguruan tinggi menjadi kunci dalam mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi harus berlanjut dalam bentuk kerja sama konkret seperti riset bersama, pertukaran mahasiswa, hingga program pengabdian masyarakat.
Kunjungan ini disambut positif oleh pihak Universitas Garut. Dekan FPIK Universitas Garut Dr. Hilda Ainissyifa mengapresiasi keterbukaan UMS dalam berbagi pengalaman dan inovasi pengelolaan pendidikan.
“UMS memiliki reputasi yang sangat baik dalam pengelolaan pendidikan. Kami mendapatkan banyak wawasan baru, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan manajemen program studi pendidikan jasmani,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan studi banding meliputi pemaparan profil institusi, diskusi akademik, serta sesi tanya jawab interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali berbagai praktik unggulan yang diterapkan di UMS.
Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi dan penyerahan cinderamata sebagai simbol awal kolaborasi berkelanjutan antara kedua institusi. (*)

