SOLO, MENARA62.COM – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo meraih dua pengakuan bergengsi tingkat nasional sekaligus. Sekolah ini ditetapkan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial (PM dan KKA) serta Sekolah Unggul Utama Muhammadiyah.
Penetapan sebagai Sekolah Model mengacu pada keputusan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah tahun 2026. Program ini merupakan inisiatif nasional untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, dan kesiapan menghadapi era digital.
Sekolah yang terpilih diproyeksikan menjadi rujukan dalam penerapan pembelajaran inovatif, sekaligus pusat berbagi praktik baik bagi satuan pendidikan lain. Kriteria seleksi mencakup akreditasi minimal B, capaian rapor pendidikan yang baik, hingga komitmen kuat kepala sekolah dalam transformasi pembelajaran.
Tak hanya itu, sekolah ini juga masuk dalam kategori Sekolah Unggul Utama berdasarkan keputusan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Predikat tersebut menempatkan SD Muhammadiyah PK Kottabarat sejajar dengan sekolah unggulan Muhammadiyah lainnya di Indonesia.
Kepala sekolah, Nursalam, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Ini adalah kado istimewa menjelang Hardiknas. Amanah ini harus kami jawab dengan inovasi dan kerja nyata,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Sebagai langkah lanjutan, sekolah tengah menyiapkan program rebranding kelembagaan guna memperkuat identitas sebagai sekolah unggulan masa depan. Upaya ini mencakup peningkatan layanan akademik dan nonakademik, transformasi budaya kerja, serta perluasan jejaring kolaborasi nasional dan internasional.
Ke depan, pengembangan sekolah akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni keunggulan akademik (excellence), keterampilan masa depan (future skills), dan penguatan karakter (character). Berbagai program seperti literasi, numerasi, STEM, coding, robotika, hingga tahfiz dan kepemimpinan akan terus diperkuat.
“Sekolah hebat tidak hanya mencetak siswa pintar, tetapi juga berakhlak, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global,” tegas Nursalam.
Capaian ini menjadi bukti kolaborasi seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga dukungan Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan dua predikat nasional tersebut, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo optimistis semakin mengukuhkan diri sebagai sekolah unggulan di tingkat nasional. (*)
