SOLO, MENARA62.COM – Pemuda Muhammadiyah Surakarta menggelar Tabligh Akbar Milad ke-94 di Masjid Al Wustho Mangkunegaran, Ahad (17/5/2026). Kegiatan bertema “Pemuda Berdaya di Era Post Truth” tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan pemuda Muhammadiyah dan tamu undangan.
Kegiatan ini menghadirkan Aziz Musthofa Muhammad sebagai narasumber utama. Sosok yang dikenal sebagai Muslim Educator dan Leadership itu mengajak generasi muda untuk kembali menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama dalam kehidupan.
Dalam tausiyahnya, Aziz menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam setiap aktivitas. Menurutnya, segala hal yang dilakukan dengan niat mencari ridha Allah SWT tidak akan pernah sia-sia.
“Setiap yang kita lakukan hendaknya diniatkan karena Allah SWT. Apa pun hasilnya tidak akan sia-sia jika sejak awal kita mencari ridha dan cinta-Nya,” ujarnya di hadapan peserta tabligh akbar.
Selain itu, Aziz juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan sikap saling menghargai dalam kehidupan berorganisasi. Ia menilai perbedaan pandangan maupun latar belakang harus menjadi kekuatan untuk mempererat ukhuwah, bukan justru menimbulkan perpecahan.
“Dalam berorganisasi, kita harus tepo seliro, imbang roso, saling memahami, dan berlapang dada. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirawat agar tercipta kerukunan,” tambahnya.
Ia juga berpesan kepada para pemuda agar tetap istiqamah dalam beramal dan tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan kebaikan. Menurutnya, kualitas amal seseorang akan terlihat hingga akhir hayatnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Arwan Towaf Al Fikri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan fenomena post truth di media sosial.
“Di zaman sekarang, banyak pemuda mencari kebenaran melalui media sosial, bukan dari Al-Qur’an dan Sunnah. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan sekaligus mengajak pemuda Surakarta kembali menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama,” ungkapnya.
Arwan menambahkan, antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Selain menjadi ajang silaturahmi, tabligh akbar ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Surakarta.
Sebelumnya, organisasi kepemudaan tersebut juga telah menggelar aksi penanaman 94 pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui momentum Milad ke-94 ini, Pemuda Muhammadiyah Surakarta berharap generasi muda semakin kokoh dalam keimanan, istiqamah dalam beramal, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Semangat milad diharapkan menjadi energi kebangkitan pemuda untuk terus berkontribusi bagi umat, bangsa, dan lingkungan sekitar. (*)
