SOLO, MENARA62.COM — Cabang olahraga pencak silat Tapak Suci dalam ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 berlangsung meriah di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (16/5/2026). Ratusan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia memadati arena pertandingan yang digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut.
Dewan Hakim Pencak Silat sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah (Pimwil) Tapak Suci Jawa Tengah, H. Wiwoho Aji Santoso, S.Pd., P.Ua., mengatakan kejuaraan perdana Muhammadiyah Games menjadi momentum penting untuk membangun prestasi dan memperkuat silaturahmi antarpesilat Tapak Suci se-Indonesia.
“Kejuaraan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus evaluasi hasil latihan. Harapannya akan lahir pesilat-pesilat masa depan Tapak Suci yang mampu go internasional,” ujarnya di sela pertandingan.
Menurut Wiwoho, jumlah peserta cabang pencak silat mencapai sekitar 684 atlet atau hampir 700 peserta. Mereka bertanding pada kategori tanding dan seni dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SMP/MTs, SMA/MA/SMK hingga perguruan tinggi Muhammadiyah.
Ia menyebut antusiasme peserta sangat tinggi, termasuk dari luar Pulau Jawa. Bahkan, masyarakat yang hadir untuk menyaksikan pertandingan terus memadati arena sejak siang hingga malam hari.
“Semakin sore sampai malam suasananya akan semakin semarak. Antusiasme masyarakat luar biasa,” katanya.
Wiwoho menjelaskan, peserta tingkat SMP hingga SMA bertanding membawa nama pimpinan daerah Muhammadiyah masing-masing. Sementara kategori perguruan tinggi diwakili langsung oleh kampus peserta.
Dalam pelaksanaan pertandingan, dewan hakim terdiri dari tiga tokoh Tapak Suci, yakni pendekar besar Muhammad Bayin Kafadi dari Majelis Guru, Mahfud dari Surabaya, serta dirinya sebagai perwakilan Jawa Tengah.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah catatan evaluasi karena Muhammadiyah Games baru pertama kali digelar. Salah satunya terkait kebijakan peserta yang dibatasi hanya bagi pelajar dan mahasiswa di lingkungan Muhammadiyah.
“Kami yakin Lembaga Pengembangan Olahraga PP Muhammadiyah memiliki pertimbangan tersendiri terkait pembatasan tersebut,” ungkapnya.
Wiwoho juga mengapresiasi dukungan penuh dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam menyukseskan ajang nasional tersebut. Selain fasilitas pertandingan, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno disebut memberikan apresiasi khusus bagi peraih medali emas tingkat SMA sederajat.
“Peserta SMA, SMK, MA yang meraih medali emas akan mendapat kemudahan masuk UMS, kemungkinan dalam bentuk beasiswa. Ini luar biasa,” katanya.
Ia berharap dukungan serupa juga dilakukan perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya untuk mendorong lahirnya atlet berprestasi dari lingkungan Persyarikatan.
Menutup pernyataannya, Wiwoho mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan Muhammadiyah Games sebagai agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat kontribusi olahraga dalam memajukan bangsa.
“Kami berharap akan ada Muhammadiyah Games kedua, ketiga, dan seterusnya,” tandasnya. (*)

