28.9 C
Jakarta

Ketum PP ’Aisyiyah: Jadilah Srikandi Penjaga Peradaban

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengajak kader muda Nasyiatul ‘Aisyiyah menjadi perempuan tangguh dan berakhlak sebagai penjaga peradaban bangsa.

Pesan itu disampaikan Salmah saat memberikan pengarahan dalam Resepsi Milad ke-95 Nasyiatul ‘Aisyiyah di Yogyakarta, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Salmah mengapresiasi tema Milad tahun ini, “Srikandi Penjaga Peradaban”, yang dinilai mencerminkan semangat perempuan muda Muhammadiyah yang kuat, cerdas, dan memiliki karakter moral yang kokoh.

“Istilah srikandi menggambarkan perempuan muda Indonesia yang tangguh, berani, cerdas, dan cantik. Sementara penjaga peradaban adalah pilihan kata yang luar biasa karena dibutuhkan perempuan-perempuan muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga kuat, tangguh, memiliki nyali besar, serta akhlak yang tinggi,” ujarnya.

Menurut Salmah, menjaga peradaban bukan tugas ringan. Perempuan muda harus memiliki landasan agama yang kuat sekaligus mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat.

Ia menegaskan bahwa agama menjadi fondasi utama dalam membangun moral dan budaya manusia sehingga mampu melahirkan kehidupan yang damai, adil, dan bermartabat.

Dalam kesempatan itu, Salmah juga mencontohkan perjuangan para nabi dalam membangun dan menjaga peradaban manusia. Mulai dari Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa hingga Nabi Muhammad saw yang berhasil mentransformasi masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat berilmu dan beradab.

“Jejak para nabi menunjukkan bahwa peradaban bisa bertahan dan maju karena disertai kekuatan iman, takwa, dan akhlak mulia. Ini menjadi pelajaran penting bagi perempuan muda dalam menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Salmah menilai perempuan memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi unggul. Di balik generasi hebat, kata dia, selalu ada perempuan tangguh yang menanamkan nilai, ilmu, adab, dan akhlak.

“Menjadi penjaga peradaban hari ini berarti kita harus mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memastikan dakwah Islam berkemajuan terus menyinari kehidupan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh kader Nasyiatul ‘Aisyiyah menjadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap karya sebagai dakwah, dan setiap pengabdian sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia berkemajuan.

“Ketika perempuan kuat dalam iman, luas dalam ilmu, dan tulus dalam pengabdian, maka ia bukan hanya membangun keluarga, tetapi juga menjaga peradaban,” ujar Salmah.

Menutup sambutannya, Salmah memberikan pesan motivasi kepada kader muda Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk terus menjadi penggerak perubahan.

“Teruslah menjadi cahaya, teruslah menjadi penggerak, dan teruslah menjadi Srikandi Penjaga Peradaban,” pungkasnya.

Acara resepsi Milad ke-95 tersebut turut dimeriahkan dengan pagelaran wayang dan dihadiri jajaran pimpinan pusat ‘Aisyiyah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!