32.4 C
Jakarta

UMS Borong 9 Emas di Ajang WYIE 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang World Young Inventor and Innovation Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 18-20 Mei 2026.

Dalam kompetisi tersebut, UMS mengirimkan 10 tim mahasiswa dan berhasil membawa pulang 9 medali emas serta 1 medali perak. Tidak hanya itu, salah satu tim juga meraih special award dari Saudi Arabia. Prestasi membanggakan lainnya datang dari tim Brainlyt yang beranggotakan mahasiswa lintas fakultas dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yang berhasil meraih penghargaan Top 2 Best Asian Young Inventor.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan riset mahasiswa UMS mampu bersaing di tingkat global.

Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, Ph.D., menilai prestasi tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas mahasiswa UMS dalam kompetisi nasional maupun internasional. Selain itu, capaian itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan kompetensi di tingkat global.

“Tentu saja ini akan menjadi inspirasi juga bagi para mahasiswa lainnya yang tentu ingin memiliki pengalaman internasional, sekaligus juga mengasah kompetensi mereka di tingkat global,” ungkapnya, Kamis (21/5).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses seleksi dan pembinaan yang dilakukan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS. Setiap tim yang akan diberangkatkan ke kompetisi internasional harus melalui tahapan presentasi dan penilaian internal secara ketat.

“Tidak semua mahasiswa yang mengajukan kompetisi di tingkat internasional bisa lolos, karena memang target kita, kita harus mendapatkan medali emas ketika kita memberangkatkan delegasi mahasiswa UMS ke tingkat internasional,” jelasnya.

Ihwan juga menyebut prosedur pembinaan yang dilakukan DKPTI telah membentuk ekosistem prestasi yang semakin baik di lingkungan UMS. Ke depan, UMS menargetkan partisipasi mahasiswa tidak hanya di tingkat Asia, tetapi juga pada kompetisi dengan cakupan yang lebih luas di tingkat dunia.

“Ke depan tentu tidak hanya pada tingkat Asia, kita juga ingin nanti bisa mengirimkan mahasiswa-mahasiswa kita ke tingkat yang lebih luas lagi, supaya mereka betul-betul memiliki pengalaman di tingkat dunia,” ujarnya.

Selain itu, UMS juga terus mendorong hilirisasi hasil inovasi mahasiswa agar dapat diterapkan secara nyata di masyarakat maupun industri. Menurut Ihwan, sebagian besar karya yang diikutsertakan dalam kompetisi masih berupa prototype sehingga membutuhkan pengembangan lebih lanjut.

“Biasanya kompetisi ini sifatnya lebih prototype sehingga butuh inovasi yang lebih lagi untuk memastikan bahwa invention-nya itu bisa diserap oleh pasar,” katanya.

Dia menambahkan, UMS saat ini tengah mengembangkan inkubator bisnis dan talenta inovasi untuk mendukung implementasi karya mahasiswa setelah kembali dari ajang internasional.

“Kita juga sekarang sedang menggalakkan inkubator bisnis dan talenta inovasi sehingga dengan kembalinya mereka dari ajang internasional, mereka bisa lebih ditingkatkan implementasinya, atau paling tidak bagaimana keterserapannya nanti di dunia industri,” tegasnya.

Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi DKPTI UMS Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., menyampaikan bahwa prestasi yang diraih mahasiswa UMS menunjukkan kualitas inovasi yang telah mendapat pengakuan internasional.

“Dengan pencapaian prestasi internasional ini, 9 medali emas, 1 perak, 1 special award dan penghargaan top 2 the Best Asian Young Innovation, tentu semakin menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa UMS sudah setara dan diakui di tingkat internasional,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak berhenti pada ajang kompetisi semata, tetapi juga akan dilanjutkan pada tahap pengembangan inovasi agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebagai tindak lanjutnya akan dilakukan hilirisasi beberapa inovasi mahasiswa ini, supaya dapat dirasakan dan berdampak kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!