SOLO, MENARA62.COM — Lazismu Surakarta bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar Pelatihan Pelaksanaan Kurban dan Tata Cara Penyembelihan Halal pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah kurban agar sesuai syariat sekaligus profesional dalam pelaksanaannya.
Pelatihan yang diikuti para pengurus masjid, panitia kurban, dan relawan itu dibuka dengan doa bersama serta sambutan dari perwakilan PDM Kota Surakarta, Azhari. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pelatihan rutin menjelang Iduladha untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan kurban dari tahun ke tahun.
Menurut Azhari, evaluasi pelaksanaan kurban perlu terus dilakukan karena masih ditemukan sejumlah kekurangan di lapangan, baik dari sisi teknis penyembelihan maupun pengelolaan panitia.
“Pelatihan ini penting agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban benar-benar sesuai syariat dan semakin baik setiap tahunnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan regenerasi panitia dan juru sembelih kurban yang mulai menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Generasi muda dinilai semakin sedikit terlibat, sementara banyak pelaksana kurban berasal dari generasi tua yang memiliki keterbatasan tenaga, terutama saat menangani penyembelihan sapi.
Selain membahas tata cara penyembelihan halal, kegiatan tersebut juga memaparkan data monitoring pelaksanaan kurban Muhammadiyah di Kota Surakarta pada tahun sebelumnya. Dari hasil monitoring, sebanyak 98 persen data pelaksanaan kurban telah masuk dengan total nominal mencapai lebih dari Rp15 miliar.
Wilayah PRM Banyuanyar tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp4 miliar atau hampir 30 persen dari total nominal kurban masjid Muhammadiyah se-Kota Surakarta.
Dalam pemaparannya, Azhari juga menyinggung kondisi di kawasan proyek Underpass Joglo yang mengalami penurunan jumlah kepala keluarga. Dampaknya, jumlah hewan kurban sapi di wilayah tersebut menurun sehingga pelaksanaan kurban lebih banyak menggunakan kambing.
Ia menilai pengelolaan data kurban yang baik sangat membantu proses monitoring dan evaluasi. Dengan data yang akurat, perkembangan potensi kurban di setiap wilayah dapat dipetakan secara lebih maksimal.
“Sinergi antara Muhammadiyah, Lazismu, dan seluruh panitia kurban menjadi kunci sukses pelaksanaan ibadah kurban yang amanah dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi agenda rutin tahunan menjelang Hari Raya Iduladha sekaligus sarana membangun regenerasi pelaksana kurban yang kompeten, profesional, dan memahami tata cara penyembelihan halal sesuai tuntunan Islam. (*)

