LEBAK, MENARA62.COM – Edu Forest Berkemajuan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggelar pelatihan lingkungan bertajuk FOLU Goes to School di SMK 1 Muhammadiyah Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Edu Forest Berkemajuan: Menciptakan Sudut Hijau sebagai Tempat Literasi yang Asri dan Berkemajuan”.
Program tersebut menjadi langkah nyata dalam mendorong keterlibatan generasi muda terhadap aksi mitigasi perubahan iklim sejak dini melalui gerakan penghijauan sekolah dan penguatan literasi lingkungan.
Kegiatan dihadiri Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, kelompok Edu Forest Berkemajuan, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga ratusan guru dan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
Ketua kelompok Edu Forest Berkemajuan, Ahmad Haryadi, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang nyaman dan sehat bagi siswa.
“Kami ingin menciptakan sudut hijau di sekolah-sekolah. Bukan sekadar menanam pohon, tetapi menjadikannya sebagai pusat literasi yang asri. Tempat siswa membaca, berdiskusi, dan belajar dengan udara segar,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, menegaskan kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran lingkungan di kalangan warga sekolah.
Menurutnya, keberadaan sudut hijau tidak hanya menciptakan udara bersih, tetapi juga menjadi laboratorium alam mini bagi siswa dan guru untuk mempraktikkan pembelajaran biologi dan lingkungan hidup secara langsung.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah perilaku warga sekolah agar lebih peduli terhadap ekosistem sekitar,” katanya.
Tantangan Lingkungan di Lebak
Kabupaten Lebak saat ini menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari degradasi lahan, berkurangnya daerah resapan air, hingga ancaman banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Melalui program FOLU Goes to School, BPDLH dan Edu Forest Berkemajuan berharap sekolah dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga dan memulihkan kualitas lingkungan hidup di daerahnya.
Dalam pelatihan tersebut, siswa juga mendapatkan materi mengenai target nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, yakni kondisi ketika tingkat serapan karbon sektor kehutanan lebih tinggi dibanding emisi yang dihasilkan.
Para peserta diajak melakukan berbagai aksi nyata, seperti menanam dan merawat pohon, menerapkan gerakan zero waste di sekolah, hingga membuat kampanye digital peduli lingkungan melalui media sosial.
Selain itu, siswa juga diajarkan memilah sampah organik untuk dijadikan kompos sebagai pupuk tanaman guna mendukung pengurangan emisi karbon.
Melalui kolaborasi antara BPDLH, Edu Forest Berkemajuan, dan pihak sekolah, gerakan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya budaya hijau berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat di Provinsi Banten. (*)
