BOYOLALI, MENARA62.COM — MI Muhammadiyah (MIM) Derasan Andong Boyolali menggelar kegiatan Parenting Wali Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah tersebut menjadi langkah strategis sekolah dalam memperkuat sinergi antara orang tua dan madrasah untuk membentuk generasi Islami yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Kegiatan parenting ini diikuti oleh para wali murid baru sebagai bagian dari komitmen MIM Derasan dalam membangun pola pendidikan yang melibatkan keluarga sebagai mitra utama sekolah.
Kepala Madrasah MIM Derasan, Sisyanto, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh pendampingan dan keteladanan orang tua di rumah.
“Madrasah dan keluarga adalah dua pilar utama yang harus berjalan seiring. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Sisyanto.
Ia menambahkan bahwa MIM Derasan saat ini juga tengah meluncurkan program khusus sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan dan pembinaan peserta didik.
Pada sesi utama, parenting menghadirkan Ust. Pujiono, Tim Diklat Kepala Sekolah dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah (Diksuspala), sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi bertema “Anak Investasi Dunia Akhirat Orang Tua”.
Dalam pemaparannya, Ust. Pujiono mengajak para wali murid untuk memahami bahwa anak merupakan amanah sekaligus investasi terbesar bagi orang tua, bukan hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga sebagai bekal menuju akhirat.
Menurutnya, investasi terbaik bukan semata-mata berupa harta benda, melainkan membentuk anak yang memiliki iman, ilmu, dan akhlak yang baik.
“Banyak orang tua sibuk menyiapkan warisan untuk anak, tetapi lupa menyiapkan anak yang mampu menjaga warisan iman dan akhlaknya. Padahal anak yang saleh adalah investasi paling berharga yang manfaatnya akan terus dirasakan hingga akhirat,” ungkapnya.
Ust. Pujiono juga menekankan pentingnya membangun budaya ibadah di rumah, menghadirkan komunikasi yang hangat dalam keluarga, serta memberikan contoh nyata melalui perilaku sehari-hari.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui teori, tetapi harus tumbuh melalui kebiasaan dan keteladanan yang konsisten dari lingkungan keluarga maupun sekolah.
Kegiatan parenting berlangsung secara interaktif. Para wali murid antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pola asuh anak, pendidikan karakter, hingga tantangan mendampingi anak di era digital.
Melalui kegiatan ini, MIM Derasan berharap hubungan antara madrasah dan orang tua semakin kuat sehingga mampu bersama-sama mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam akidah, dan memiliki akhlak mulia.
“Anak adalah investasi dunia akhirat. Ketika orang tua dan sekolah berjalan bersama, maka akan lahir generasi terbaik yang menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa,” menjadi pesan penutup dalam kegiatan parenting tersebut. (*)
