30.8 C
Jakarta

Food Festival UM Bandung Dorong Inovasi Pangan Lokal

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himtekpa) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menggelar Food Festival 2026 dengan menghadirkan inovasi produk pangan, edukasi, serta kreativitas mahasiswa. Kegiatan bertajuk “FEASTOPIA: World of Flavour, Berlayar Mencari Harta Karun Rasa” tersebut berlangsung di lobi utama Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, Senin (15/6/2026).

Food Festival tahun ini menghadirkan berbagai agenda menarik, mulai dari seminar dan workshop, bazar produk pangan, hingga kompetisi kreatif berupa lomba esai dan videografi bagi siswa-siswi SMA. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengembangkan ide serta mengenalkan potensi pangan lokal.

Ketua Pelaksana Food Festival, Muhammadi Fathir Lukman Nur Hakim, mengatakan kegiatan tahunan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa Teknologi Pangan UM Bandung untuk mengolah gagasan menjadi produk inovatif.

“Acara ini khususnya untuk mahasiswa Prodi Teknologi Pangan agar bisa lebih inovatif dan produktif dalam menciptakan sebuah produk,” ujar Fathir.

Ia menjelaskan, pengembangan inovasi pangan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan di masa mendatang. Menurutnya, mahasiswa perlu terus meningkatkan kreativitas dalam mengelola berbagai potensi bahan pangan.

“Dengan inovatif dan produktif dalam mengelola produk-produk pangan, kita bisa menjaga ketahanan pangan di masa yang akan datang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung, Khairiah, menyampaikan bahwa Food Festival bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.

“Kegiatan kali ini berfokus pada pembahasan pangan lokal yang ujungnya emergency food,” ungkap Khairiah.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar dari keberagaman bahan pangan lokal. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pengelolaan dan sistem distribusi yang baik agar mampu menjadi sumber pangan berkelanjutan.

“Walaupun berlimpah, tetap kita harus sadar bahwa pangan lokal itu berpotensi menjadi bahan pokok kita di masa yang akan datang,” tegasnya.

Dekan Fakultas Sains Teknologi UM Bandung, Arief Yunan, mengapresiasi pelaksanaan Food Festival karena mampu menjadi penghubung antara lingkungan akademik dan dunia industri.

Menurutnya, berbagai produk yang dihasilkan mahasiswa memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bisnis yang memberikan manfaat lebih luas.

“Ide-ide produk mahasiswa yang ditampilkan pada kegiatan ini bisa dilanjutkan melalui bisnis yang dikembangkan nanti,” katanya.

Arief juga mendorong mahasiswa untuk terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak agar inovasi yang dihasilkan semakin berkualitas.

“Feedback dari penilaian produk nantinya menjadi peluang untuk membuat produk yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto, berharap mahasiswa dapat memahami proses panjang dalam menghasilkan produk pangan, mulai dari budidaya hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi masyarakat.

“Rangkaian kegiatan mulai dari budi daya tanaman hingga menghadirkannya sebagai makanan harus kita pahami dalam konteks memenuhi kebutuhan manusia,” tutur Rektor.

Ia menegaskan bahwa ilmu dan teknologi pangan memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, inovasi produk, serta pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, mahasiswa UM Bandung memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Potensi tersebut bisa menjadi bekal untuk berkiprah, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Melalui Food Festival 2026, UM Bandung menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami teori pangan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang bernilai ekonomi dan berdampak bagi masa depan ketahanan pangan. (FK)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!