JAKARTA, MENARA62.COM–Upaya mendokumentasikan pemikiran dan perjuangan Margono Djoyohadikusumo dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong melalui koperasi akan segera diwujudkan dalam sebuah film dokumenter berjudul “Memoar Margono dalam Membangun Tonggak Budaya Ekonomi Gotong Royong (Koperasi)”.
Demikian disampaikan penerima manfaat program sekaligus penanggung jawab kegiatan, Imam Prihadiyoko pada redaksi di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Produksi film dokumenter tersebut mendapatkan dukungan dari Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, pada Kategori Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro atau Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Rawan Punah.
Imam menjelaskan, dokumenter ini bertujuan merekam dan menyebarluaskan gagasan-gagasan penting Margono Djoyohadikusumo yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi nasional, khususnya melalui gerakan koperasi.
“Margono Djoyohadikusumo sebetulnya dikenal karena beliau kakek Presiden Prabowo, tetapi merupakan tokoh ekonomi, sekaligus juga pemikir yang meletakkan dasar penting bagi pengembangan ekonomi gotong royong di Indonesia. Melalui film dokumenter ini, kami ingin menghadirkan kembali pemikiran, perjuangan, dan relevansi gagasan beliau bagi generasi masa kini,” ujarnya.
Menurut Imam, proses produksi akan dimulai pada pekan ketiga Februari 2026 dan melibatkan serangkaian kegiatan penelitian, pengumpulan arsip, pustakawan, wawancara dengan para ahli, sejarawan, akademisi, serta pihak-pihak yang memahami perjalanan pemikiran dan kiprah Margono Djoyohadikusumo.
Film dokumenter ini akan mengangkat perjalanan hidup Margono, mulai dari kiprahnya dalam dunia ekonomi nasional, perannya dalam pengembangan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, hingga kontribusinya dalam membangun semangat ekonomi gotong royong yang menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia.
Selain menampilkan narasi sejarah, dokumenter ini juga akan mengupas relevansi konsep ekonomi gotong royong di tengah tantangan pembangunan ekonomi modern. Dengan demikian, film ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi sejarah, tetapi juga media edukasi yang mampu menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Banyak nilai dan gagasan dari para tokoh bangsa yang berpotensi terlupakan. Program Dana Indonesiana memberikan kesempatan untuk mendokumentasikan dan menghidupkan kembali pengetahuan yang memiliki nilai penting bagi kebudayaan dan pembangunan nasional,” tambah Imam.
Seluruh proses produksi ditargetkan selesai pada pertengahan 2026. Hasil dokumentasi tersebut rencananya akan mulai didiseminasikan kepada publik pada Juli 2026 melalui berbagai platform pemutaran dan kegiatan diskusi publik.
Melalui film dokumenter ini, diharapkan warisan pemikiran Margono Djoyohadikusumo mengenai koperasi dan ekonomi gotong royong dapat terus dikenal, dipelajari, dan menjadi inspirasi bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia untuk masa depan.
Menariknya, bersamaan dengan proses pembuatan film dokumenter ini, juga akan dibuat buku yang senada dengan film ini.

