SOLO, MENARA62.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) ums.ac.id memperkuat sinergi kelembagaan dan mutu akademik melalui keikutsertaan dalam Pertemuan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (AFEB PTMA) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada 4-5 Agustus 2026 tersebut diikuti jajaran pimpinan fakultas dan seluruh ketua program studi di lingkungan FEB UMS.
Keikutsertaan FEB UMS dalam forum AFEB PTMA 2026 menjadi bagian dari strategi fakultas untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan, menyinkronkan tata kelola akademik, serta memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
Ketua AFEB PTMA sekaligus Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE., mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi fakultas ekonomi dan bisnis di lingkungan PTMA untuk menyatukan perspektif dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi.
“Forum ini menjadi ruang untuk melakukan konsolidasi dan menyamakan persepsi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTMA,” ujar Muzakar, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, sinergi antarfakultas diperlukan untuk mendorong peningkatan mutu akademik, tata kelola, riset, hingga pengembangan kelembagaan.
Muzakar menegaskan AFEB PTMA tidak sekadar menjadi wadah komunikasi antarfakultas. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis yang berdampak terhadap pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis di lingkungan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.
“AFEB PTMA harus mampu menjadi forum yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis, sekaligus memberikan manfaat bagi Persyarikatan Muhammadiyah, ’Aisyiyah, dan masyarakat luas,” katanya.
Dorong Kolaborasi dan Praktik Baik
Selama dua hari pelaksanaan, delegasi FEB UMS mengikuti sejumlah agenda, mulai dari konferensi internasional, workshop profesional, hingga sidang asosiasi.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perguruan tinggi anggota AFEB PTMA untuk bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola fakultas.
Wakil Dekan I FEB UMS Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M., menilai keterlibatan pimpinan fakultas dan program studi dalam forum tersebut penting untuk mendapatkan perspektif baru, khususnya dalam pengembangan akademik dan kemahasiswaan.
“Pertemuan ini memberikan banyak insight bagi kami, khususnya dalam pengembangan bidang pendidikan dan kemahasiswaan. Kami dapat melihat berbagai praktik baik dari fakultas ekonomi dan bisnis PTMA lainnya yang dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan di FEB UMS,” jelas Aflit.
Ia mengatakan, hasil pertemuan AFEB PTMA 2026 selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi FEB UMS untuk memperkuat program akademik dan meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa.
Selain itu, jejaring yang terbentuk melalui forum tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi konkret antarkampus.
“Kami berharap jejaring yang terbentuk melalui AFEB PTMA dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kolaborasi yang lebih konkret, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun kegiatan kemahasiswaan,” ujarnya.
Dukung Akselerasi Akreditasi
Keikutsertaan FEB UMS dalam Pertemuan AFEB PTMA 2026 juga diarahkan untuk mendukung peningkatan standar mutu pendidikan, memperkuat kemitraan nasional dan internasional, serta mempercepat penguatan akreditasi program studi di lingkungan FEB UMS.
Aflit menegaskan berbagai hasil diskusi dan praktik baik yang diperoleh selama forum akan diupayakan untuk diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan di FEB UMS.
“Melalui forum tersebut, FEB UMS berkomitmen untuk mengimplementasikan berbagai hasil diskusi dan praktik baik yang diperoleh guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta daya saing lulusan,” tegasnya.
Melalui keterlibatan aktif dalam AFEB PTMA, FEB UMS tidak hanya memperkuat posisi kelembagaannya di tingkat nasional, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi pendidikan ekonomi dan bisnis yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing. (*)

