SOLO, MENARA62.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyiapkan penguatan inkubator bisnis mahasiswa yang terhubung langsung dengan mata kuliah Kewirausahaan. Langkah ini dilakukan untuk mengubah hasil pembelajaran di kelas menjadi gagasan bisnis yang dapat diuji, dikembangkan, hingga berpeluang menjadi usaha nyata.
Komitmen tersebut mengemuka setelah FEB UMS mengimplementasikan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Kewirausahaan yang dikembangkan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI).
Implementasi RPS tersebut merupakan bagian dari upaya FEB UMS memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa secara berkelanjutan.
Agenda tersebut menjadi bagian dari kegiatan tahunan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AFEB PTMA) 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (5/8/2026).
Dalam agenda itu, AFEB PTMA meluncurkan Dokumen RPS Mata Kuliah Kewirausahaan PTMA sebagai pijakan bersama untuk memperkuat pembelajaran kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE., mengatakan implementasi RPS menjadi bagian dari transformasi pembelajaran kewirausahaan di FEB UMS.
Menurut dia, mata kuliah Kewirausahaan tidak semestinya berhenti pada pemenuhan tugas akademik. Mahasiswa perlu diarahkan untuk menghasilkan gagasan bisnis yang dapat dikembangkan melalui ekosistem inkubasi yang terstruktur.
“Partisipasi FEB UMS dalam peluncuran RPS Kewirausahaan AFEB PTMA ini merupakan wujud komitmen kami dalam mentransformasi pembelajaran kewirausahaan. Kami ingin luaran dari mata kuliah Kewirausahaan mahasiswa tidak berhenti sebagai penugasan akademik, tetapi dapat langsung terhubung dengan ekosistem inkubasi bisnis yang terstruktur,” ujar Muzakar, Selasa (11/8/2026).
Dari Ide Bisnis hingga Uji Pasar
Muzakar menjelaskan, rintisan inkubator bisnis berbasis mata kuliah dapat menjadi jembatan antara pembelajaran di ruang kelas dan praktik kewirausahaan.
Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman mengembangkan ide, melakukan validasi, menguji pasar, hingga memperbaiki model bisnis berdasarkan hasil pengujian.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan ide, melakukan validasi, menguji pasar, dan memperbaiki model bisnisnya. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat menghasilkan outcome yang lebih nyata dan memiliki peluang untuk berkembang menjadi unit usaha,” katanya.
Wakil Dekan I FEB UMS Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M., menambahkan RPS Kewirausahaan AFEB PTMA memberikan kerangka pembelajaran yang lebih terarah dan berbasis praktik.
Menurut Aflit, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori bisnis, tetapi juga kemampuan mahasiswa menghasilkan dan menguji gagasan usaha.
“RPS ini memberikan kerangka agar pembelajaran kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa menghasilkan dan menguji ide bisnis. Ada proses mini project, validasi ide, hingga market test yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa,” jelasnya.
Pendekatan tersebut, lanjut Aflit, sejalan dengan penerapan Outcome-Based Education (OBE) di FEB UMS.
Dengan menghubungkan luaran mata kuliah dengan proses inkubasi, ide bisnis mahasiswa yang memiliki potensi dapat memperoleh pendampingan lebih lanjut.
“Ketika luaran mata kuliah dapat diarahkan masuk ke proses inkubasi, maka mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan hasil pembelajarannya secara lebih panjang. Produk atau ide bisnis yang potensial dapat memperoleh pendampingan dan dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.
Target Lahirkan Muslimtechnopreneur
RPS Kewirausahaan PTMA dikembangkan MCEBI di bawah kepemimpinan Dr. Endang Rudiatin, M.Si. Penyusunan dokumen tersebut juga melibatkan Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, sebagai anggota tim perumus.
Berbasis OBE, RPS tersebut dirancang untuk membentuk generasi Muslimtechnopreneur. Materi pembelajaran tidak hanya mencakup konsep dasar bisnis, tetapi juga mengintegrasikan berbagai kecakapan hidup atau life skills.
Mahasiswa didorong mengembangkan kepemimpinan, kemampuan bekerja dalam tim, melakukan validasi ide berbasis riset, menjalankan mini project, hingga melakukan market test.
Model pembelajaran tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan proses membangun bisnis sebenarnya.
Luaran pembelajaran yang dinilai potensial kemudian dapat diarahkan menuju proses inkubasi bisnis berbasis kelas. Dalam jangka panjang, skema tersebut diharapkan mampu melahirkan unit-unit usaha baru sekaligus mendorong mahasiswa menjadi job creator, bukan hanya pencari kerja.
“Bagi FEB UMS, implementasi RPS tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan fakultas. Jajaran pimpinan dan pengelola program studi FEB UMS berkomitmen mengimplementasikan RPS Kewirausahaan MCEBI sekaligus menyiapkan penguatan tata kelola rintisan inkubator bisnis mahasiswa berbasis mata kuliah,” tegas Aflit.
Melalui implementasi RPS tersebut, FEB UMS turut mengambil bagian dalam agenda AFEB PTMA untuk membangun standar pembelajaran kewirausahaan yang lebih terintegrasi di lingkungan PTMA.
Standardisasi pembelajaran tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas proses belajar, tetapi juga memperkuat ekosistem kewirausahaan dan mendorong lahirnya wirausahawan muda Islami yang inovatif, mandiri, serta mampu menciptakan dampak bagi masyarakat. (*)
