32.6 C
Jakarta

UMJT dan Aisyiyah Madiun Edukasi Cegah Bullying serta KDRT

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Majelis Pembinaan Kader bersama Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Madiun berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menggelar edukasi bertema “Pencegahan Bullying dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)” di MI Muhammadiyah 1 Madiun, Sabtu (27/6).

 

Kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan ketahanan keluarga sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

 

Puluhan remaja putri dan ibu-ibu ‘Aisyiyah mengikuti kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying dan KDRT, dampaknya terhadap psikologis, sosial, serta kehidupan keluarga.

 

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai langkah preventif untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan saling menghargai, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

 

Dalam pemaparan materi, dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Ketua Majelis HumHam PDA Kota Madiun, Latutik Mukhlisin, M.Si., menjelaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan atau ejekan biasa.

 

“Perundungan dapat terjadi secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital atau cyberbullying. Karena itu diperlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan menghentikannya,” ujar Latutik.

 

Ia menegaskan, bullying dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban sehingga perlu perhatian serius dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Sementara itu, dosen Prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Jawa Timur, Hasibatul Isniar Sepbrina Pratiwi, S.H., M.H., membahas mengenai pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

 

Menurutnya, KDRT tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk kekerasan verbal, psikologis, seksual, hingga penelantaran.

 

“KDRT merupakan persoalan serius yang berdampak pada kualitas kehidupan keluarga dan tumbuh kembang anak. Karena itu, diperlukan keberanian untuk mengenali, mencegah, dan melaporkan apabila terjadi,” jelas Hasibatul.

 

Ketua panitia sekaligus Ketua Majelis Pembinaan Kader (MPK), Etty Wahyu Handayani, A.Md., menyampaikan bahwa kolaborasi antara ‘Aisyiyah dan UMJT menjadi wujud sinergi organisasi masyarakat dan perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

 

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga melahirkan agen perubahan yang mampu menebarkan nilai saling menghormati dan membangun budaya anti-kekerasan.

 

“Kami berharap peserta mampu menjaga martabat sesama serta ikut menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan, anak, dan keluarga,” ungkapnya.

 

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan terkait cara menghadapi bullying pada remaja, membangun komunikasi sehat dalam keluarga, hingga langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan kasus kekerasan.

 

Melalui kegiatan ini, PDA ‘Aisyiyah Kota Madiun bersama UMJT berharap kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan, anak, dan keluarga semakin meningkat.

 

Edukasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, berkeadilan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan ajaran Islam. (FJ)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!