26.8 C
Jakarta

Film Dokumenter Memoar Margono Djojohadikusumo Memasuki Babak Akhir Produksi

Buku Memoar Margono Djojohadikusumo Juga Disiapkan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Proses produksi film dokumenter Memoar Margono Djojohadikusumo memasuki tahap akhir. Film yang mendokumentasikan pemikiran dan perjuangan Margono Djojohadikusumo dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong melalui gerakan koperasi itu kini telah memasuki proses penyuntingan (editing).

“Prosesnya sudah memasuki tahapan editing,” ujar penanggung jawab kegiatan sekaligus penerima manfaat program, Imam Prihadiyoko, dalam siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Produksi film dokumenter yang dimulai pada akhir Februari 2026 tersebut mendapat dukungan dari Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Kategori Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro atau Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Rawan Punah.

Imam menjelaskan, dokumenter ini bertujuan merekam sekaligus menyebarluaskan gagasan-gagasan penting Margono Djojohadikusumo yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi nasional, terutama melalui penguatan gerakan koperasi.

“Margono dikenal bukan sekadar sebagai kakek Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga tokoh ekonomi dan pemikir yang meletakkan dasar penting bagi pengembangan ekonomi gotong royong di Indonesia,” katanya.

Menurut Imam, proses produksi melibatkan penelitian mendalam, penelusuran arsip dan literatur, serta wawancara dengan sejumlah sejarawan, akademisi, pustakawan, dan berbagai narasumber yang memahami perjalanan hidup, pemikiran, serta kiprah Margono Djojohadikusumo.

Film dokumenter tersebut akan mengangkat perjalanan hidup Margono, mulai dari kiprahnya dalam pembangunan ekonomi nasional, perannya dalam mengembangkan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, hingga kontribusinya dalam membangun semangat ekonomi gotong royong yang menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia.

Selain produksi film dokumenter, tim juga tengah menyusun buku dengan judul yang sama, Memoar Margono Djojohadikusumo. Buku tersebut diharapkan dapat melengkapi dokumentasi mengenai pemikiran dan warisan intelektual Margono bagi generasi mendatang.

Imam menambahkan, hasil produksi film dokumenter dan buku tersebut direncanakan akan diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan diseminasi pada Juli 2026. Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali pemikiran Margono Djojohadikusumo sebagai salah satu tokoh yang memberikan kontribusi penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia berbasis kebersamaan dan gotong royong.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!