MEDAN, MENARA62.COM – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara meneguhkan komitmen dakwah kemanusiaan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (6/7/2026). Momentum tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 pada 2027.
Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, resepsi dihadiri pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, jajaran UMSU, mitra strategis, serta berbagai elemen masyarakat.
Ketua PWA Sumatera Utara, Nur Rahma Amini, menegaskan dakwah kemanusiaan merupakan ruh perjuangan ‘Aisyiyah sejak organisasi itu berdiri pada 1917. Menurutnya, dakwah tidak cukup diwujudkan melalui ceramah, tetapi harus hadir dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Esensi dakwah bukan sekadar dibicarakan, tetapi dibuktikan melalui kerja nyata. Dakwah kemanusiaan menjadi ikhtiar kita dalam merespons berbagai persoalan seperti kesenjangan sosial, bencana alam, krisis kesehatan, hingga krisis ekonomi, dengan tujuan menghadirkan solusi nyata untuk mengangkat harkat dan martabat, khususnya perempuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan, ‘Aisyiyah terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan perempuan sebagaimana amanat Risalah Perempuan Berkemajuan hasil Muktamar ke-48 di Surakarta.
Nur Rahma juga mengapresiasi berbagai program strategis yang telah dijalankan seluruh majelis dan lembaga PWA Sumatera Utara selama periode 2022–2027. Namun, ia mengingatkan masih banyak amanah yang harus dituntaskan menjelang Muktamar ke-49.
“Tugas kita belum selesai. Muktamar sudah di depan mata. Karena itu, kita harus terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar mampu menyukseskan amanah besar tersebut,” tegasnya.
UMSU Siap Sukseskan Muktamar ke-49
Rektor UMSU, Akrim Lubis, menyampaikan kampusnya merasa terhormat menjadi tuan rumah rangkaian Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Menurutnya, pelaksanaan resepsi memiliki makna strategis karena menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 yang akan berlangsung di Medan dan Deli Serdang.
“Persiapan menuju Muktamar tinggal sekitar 15 bulan lagi. UMSU siap mendukung penuh dan menjadi ruang yang nyaman bagi kader-kader perempuan untuk terus berkembang,” katanya.
Akrim menilai UMSU selama ini telah menjadi ruang tumbuh kepemimpinan perempuan, terbukti dengan banyaknya kader ‘Aisyiyah yang menduduki posisi strategis di lingkungan kampus.
Apresiasi juga datang dari Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Muhammad Qorib. Ia menyebut kader-kader ‘Aisyiyah selalu menjadi yang terdepan dalam aksi kemanusiaan.
Ia mengisahkan pengalaman saat mengunjungi wilayah terdampak bencana di Serdang Bedagai dan Langkat, di mana masyarakat mengaku kader ‘Aisyiyah telah lebih dahulu hadir memberikan bantuan dan pelayanan.
“Ketika kami datang, masyarakat mengatakan bahwa ibu-ibu ‘Aisyiyah sudah lebih dahulu berada di lokasi. Ini membuktikan bahwa ‘Aisyiyah selalu bergerak melalui tindakan nyata,” ujarnya.
Gandeng Maybank, Berdayakan UMKM Perempuan
Salah satu agenda penting dalam resepsi tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara PWA Sumatera Utara dan Maybank Indonesia senilai Rp1,492 miliar.
Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung pembinaan 50 pelaku UMKM perempuan dari kelompok mustahik melalui program pemberdayaan ekonomi kreatif yang dijalankan bersama Maybank Islamic.
Regional Director Maybank Indonesia, Erlina Salim, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi ini merupakan inisiatif yang bermakna untuk memberdayakan perempuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Suatu kehormatan bagi Maybank melalui unit usaha syariah untuk menjadi bagian dari kolaborasi penting ini bersama Maybank Islamic Berhad,” katanya.
Melalui Resepsi Milad ke-109, PWA Sumatera Utara tidak hanya meneguhkan semangat dakwah kemanusiaan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya sinergi antara organisasi, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam membangun pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk menyukseskan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 sekaligus memperluas kontribusi ‘Aisyiyah bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. (*)
