27.6 C
Jakarta

Ketum PP ‘Aisyiyah: Jadilah Pembawa Harapan, Bukan Keputusasaan

Baca Juga:

MEDAN, MENARA62.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengajak seluruh kader ‘Aisyiyah untuk menjadi pembawa harapan di tengah berbagai persoalan kemanusiaan yang terus berkembang. Menurutnya, dakwah yang dijalankan kader ‘Aisyiyah harus menghadirkan solusi, memperkuat persatuan, dan menebarkan optimisme demi terwujudnya perdamaian.

 

Pesan tersebut disampaikan Salmah secara daring saat memberikan amanat pada Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah (PWA) ‘Aisyiyah Sumatera Utara di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (6/7/2026).

 

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Milad ke-109 dinilai tetap relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari kemiskinan, konflik sosial, krisis moral, kerusakan lingkungan, hingga persoalan perempuan dan anak.

 

“Tema ini tidak pernah usang dimakan zaman karena persoalan kemanusiaan selalu hadir dari waktu ke waktu. Karena itu, kader ‘Aisyiyah harus terus membawa persatuan, bukan mempertajam perbedaan. Kita harus membawa harapan, bukan keputusasaan,” tegas Salmah.

 

Menurutnya, perdamaian tidak lahir secara instan, melainkan harus dimulai dari keluarga yang sakinah, masyarakat yang menjunjung nilai-nilai Al-Qur’an, serta organisasi yang kokoh dalam semangat berjamaah.

 

Salmah menegaskan, Milad ke-109 menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang ‘Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan yang selama lebih dari satu abad konsisten berdakwah melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga pembangunan peradaban bangsa.

 

“Ini menjadi refleksi bagi kita semua, sejauh mana perjuangan itu telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Kader ‘Aisyiyah Diibaratkan Seperti Garuda

 

Dalam amanatnya, Salmah mengibaratkan kader ‘Aisyiyah sebagai burung garuda yang mampu terbang tinggi membawa cita-cita besar, memiliki pandangan luas dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus tetap kokoh berpegang pada nilai-nilai Islam Berkemajuan.

 

Menurutnya, tantangan zaman tidak boleh melemahkan semangat perjuangan kader. Sebaliknya, setiap tantangan harus dijawab dengan keikhlasan, keteguhan tauhid, serta komitmen menghadirkan manfaat bagi umat.

 

“Kita hadir bukan dari kenyamanan. Kita hadir karena keikhlasan untuk menjawab persoalan yang menjadi kebutuhan umat. Angin boleh berhembus, tantangan boleh datang, tetapi sayap perjuangan ‘Aisyiyah harus tetap kuat. Sayap keikhlasan, tauhid yang murni, keimanan, dan ketakwaan harus terus menguatkan langkah kita,” tuturnya.

 

Ia menekankan, kekuatan organisasi bukan hanya terletak pada besarnya jumlah kader, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan.

 

Momentum Menuju Muktamar ke-49

 

Di akhir amanatnya, Salmah mengajak seluruh kader menjadikan Milad ke-109 sebagai energi baru untuk menyongsong Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 yang akan digelar pada 2027.

 

Ia berharap momentum tersebut mampu melahirkan berbagai karya besar yang semakin memperkuat peran ‘Aisyiyah dalam membangun masyarakat yang berkemajuan, berkeadilan, dan damai.

 

“Semoga Milad ke-109 ini menjadi penguat bagi kita semua untuk menjadikan Muktamar ke-49 sebagai momentum melahirkan karya-karya besar menuju ‘Aisyiyah masa depan.”

 

 

Melalui pesan tersebut, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan harus terus menjadi napas gerakan organisasi. Di tengah berbagai tantangan global, kader ‘Aisyiyah diharapkan hadir sebagai penggerak perubahan yang menebarkan harapan, memperkuat persatuan, serta memberikan solusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!