34.1 C
Jakarta

SUMU Catalyst Buka Peluang Bisnis EmasMu dan SilverMu

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui SUMU Catalyst kembali menggelar Webinar Series bertajuk “Bangun Bisnis Logam Mulia Bersama SilverMu & EmasMu: Dari Dealer hingga Brand Sendiri”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mengenal lebih dekat peluang bisnis logam mulia yang kini berkembang pesat, mulai dari menjadi dealer resmi hingga membangun merek sendiri.

 

Webinar menghadirkan Direktur Utama PT Putra Surya Yogyakarta, Achmad Zani, sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM, pengusaha, komunitas bisnis, serta masyarakat umum dari berbagai daerah yang ingin mengembangkan usaha di sektor logam mulia.

 

Dalam paparannya, Achmad Zani menjelaskan bahwa bisnis logam mulia saat ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi telah berkembang menjadi industri yang menawarkan berbagai model bisnis dengan prospek menjanjikan.

 

Ia memperkenalkan ekosistem EmasMu dan SilverMu yang mengintegrasikan perdagangan, branding, manufaktur, layanan maklon, hingga pengembangan jaringan dealer dalam satu sistem bisnis yang saling terhubung.

 

Indonesia memiliki pasar logam mulia yang sangat besar. Tantangannya bukan lagi pada potensi pasar, melainkan bagaimana membuka akses agar lebih banyak pelaku usaha dapat ikut mengambil peluang tersebut. EmasMu dan SilverMu hadir sebagai ekosistem yang menjembatani kebutuhan itu sehingga masyarakat dapat membangun bisnis logam mulia dengan lebih mudah, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Achmad Zani.

 

Lima Peluang Bisnis Logam Mulia

 

Dalam webinar tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai lima peluang utama yang dapat dikembangkan melalui ekosistem EmasMu dan SilverMu.

 

Peluang tersebut meliputi menjadi Dealer Resmi EmasMu & SilverMu, memanfaatkan program bundling dealer, melakukan rebranding produk cukim emas dan perak agar memiliki nilai tambah, memanfaatkan layanan maklon produk logam mulia, hingga membangun perusahaan logam mulia secara terintegrasi.

 

Menurut Achmad Zani, layanan tersebut mencakup penyusunan konsep bisnis, pengembangan merek, penyediaan fasilitas produksi, pelatihan sumber daya manusia, pengurusan perizinan, hingga strategi pemasaran.

 

Ia menegaskan model bisnis yang dikembangkan dirancang lebih inklusif sehingga dapat diakses oleh pelaku usaha dengan berbagai skala modal.

 

“Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk masuk ke industri logam mulia. Tidak semua orang harus membangun pabrik atau memiliki modal yang sangat besar. Masyarakat dapat memulai sebagai dealer, mengembangkan brand sendiri melalui layanan maklon, hingga membangun perusahaan logam mulia secara bertahap dengan pendampingan yang terintegrasi,” jelasnya.

 

Dorong Lahirnya Wirausaha Baru

 

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari mekanisme menjadi dealer, proses membangun merek logam mulia, sertifikasi produk, hingga strategi pemasaran di era digital.

 

Melalui webinar ini, SUMU Catalyst kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas entrepreneur Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu mempertemukan pelaku usaha dengan praktisi industri sekaligus membuka akses terhadap model-model bisnis yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

 

Dengan menghadirkan pelaku industri secara langsung, SUMU Catalyst berharap semakin banyak wirausaha baru yang mampu memanfaatkan potensi besar industri logam mulia, sekaligus membangun bisnis yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!