MEDAN, MENARA62.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengajak seluruh kader Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara mematangkan persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 yang akan digelar pada 2027. Menurutnya, amanah sebagai tuan rumah bukan sekadar menyelenggarakan agenda organisasi, tetapi menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan ‘Aisyiyah.
Ajakan tersebut disampaikan Salmah saat memberikan amanat secara daring dalam Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Senin (6/7/2026).
Salmah menegaskan, kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Utara harus dijawab dengan kesiapan yang matang serta semangat kolaborasi seluruh kader.
“PWA Sumatera Utara mempunyai amanah besar sebagai tuan rumah Muktamar ke-49. Amanah ini bukan hanya tentang penyelenggaraan sebuah seremonial, tetapi menjadi bagian yang sangat penting dalam sejarah perjuangan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara,” ujarnya.
Menurutnya, Muktamar merupakan forum strategis yang menentukan arah gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pada masa depan. Karena itu, seluruh kader diharapkan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkokoh ideologi gerakan, memperkuat kepemimpinan, dan melahirkan berbagai gagasan besar bagi kemajuan organisasi.
Salmah juga mengajak seluruh kader mempererat konsolidasi organisasi agar pelaksanaan Muktamar berjalan sukses.
“Mari rapatkan barisan. Jadilah tuan rumah yang menggembirakan, ramah, tangguh, dan menunjukkan kekuatan kader dalam menunaikan amanah,” tegasnya.
UMSU Bangun Infrastruktur Bernilai Rp500 Miliar
Optimisme menyambut Muktamar juga disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Akrim Lubis. Ia memastikan UMSU terus mempersiapkan berbagai fasilitas yang akan mendukung penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49.
Salah satu proyek utama adalah pembangunan Auditorium Berkemajuan berkapasitas 7.500 orang yang diproyeksikan menjadi salah satu gedung terbesar milik Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia.
Hingga Juli 2026, pembangunan auditorium tersebut telah mencapai sekitar 56 persen dengan realisasi anggaran Rp135 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp235 miliar. Gedung itu ditargetkan rampung pada Juni 2027 dan akan menjadi lokasi utama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah.
Selain itu, UMSU juga membangun Walidah Sport Hall yang dipersiapkan sebagai lokasi Muktamar ‘Aisyiyah. Gedung berkapasitas 2.500 peserta tersebut telah mencapai progres pembangunan sekitar 88 persen dengan nilai investasi Rp19,5 miliar dan dijadwalkan selesai pada September 2026.
Pengembangan infrastruktur juga mencakup pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan serta kawasan UMSU Garden, ruang terbuka edukatif yang akan menjadi pusat aktivitas akademik sekaligus ikon baru kampus.
Secara keseluruhan, investasi pembangunan fasilitas pendukung Muktamar diperkirakan mencapai Rp500 miliar.
“Kami ingin Muktamar 2027 menghadirkan pengalaman yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Karena itu, kami menyiapkan berbagai fasilitas yang representatif agar peserta merasa nyaman selama berada di UMSU,” ujar Akrim.
Momentum Lahirkan Gagasan Berkemajuan
Akrim berharap Muktamar ke-49 tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya ide-ide besar yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Mari kita hadir bukan hanya membawa laporan masa lalu, tetapi membawa gagasan untuk masa depan dan berani melahirkan berbagai terobosan baru,” katanya.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus dipersiapkan, sinergi seluruh elemen Persyarikatan, serta semangat kader di Sumatera Utara, Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan Islam berkemajuan. Selain melahirkan kepemimpinan baru, forum lima tahunan tersebut diharapkan menghasilkan berbagai inovasi dan program strategis yang memberi manfaat lebih luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. (*)
