32.1 C
Jakarta

UMS Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah Bersama KBRI Kuala Lumpur

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperluas kiprahnya di tingkat global melalui penguatan kolaborasi strategis dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia. Kunjungan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., didampingi jajaran Sekretariat Universitas sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan program pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia sekaligus mendorong internasionalisasi Muhammadiyah di kawasan Asia Tenggara.

 

Delegasi UMS disambut hangat oleh Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur, Dr. Danang Waskito, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Dr. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, serta Atase Polisi KBRI Kuala Lumpur, Brigjen. Pol. Taufik Noor Isya. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai program kolaboratif yang telah berjalan maupun rencana pengembangan kerja sama pada masa mendatang.

 

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah keberlanjutan program pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemitraan Internasional, program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), Program Afirmasi Pendidikan (ADIK), serta pengembangan Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di Perlis sebagai pusat pendidikan tinggi Muhammadiyah di Malaysia.

 

Dalam sambutannya, Dr. Danang Waskito menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang selama ini dinilai konsisten mendukung pelayanan pendidikan bagi warga negara Indonesia di Malaysia, khususnya bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurutnya, berbagai program yang dijalankan Muhammadiyah telah memberikan dampak nyata dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia melalui jalur pendidikan.

 

“Pendidikan ini bukan kerja pribadi, tetapi memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia,” ungkap Danang dalam sambutannya.

 

Saat ini KBRI melalui Atdikbud turut mengelola 75 Sanggar Bimbingan (SB) yang tersebar di berbagai wilayah Malaysia sebagai pusat layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga pekerja migran.

 

Program tersebut diperkuat melalui pelaksanaan KKN Kemitraan Internasional yang melibatkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di bawah koordinasi UMS. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendampingan pendidikan di Sanggar Bimbingan.

 

Selain membahas pendidikan dasar bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, diskusi juga menyoroti perkembangan Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sebagai universitas pertama milik organisasi kemasyarakatan Indonesia di Malaysia. Kehadiran UMAM dipandang sebagai tonggak penting dalam memperluas dakwah Muhammadiyah melalui pendidikan tinggi sekaligus memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMAM, UMS secara konsisten menyediakan 10 beasiswa setiap tahun bagi Dosen Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi di universitas tersebut. Saat ini UMAM juga tengah memperkuat kualitas akademiknya melalui proses akreditasi program studi setelah berhasil meluluskan angkatan pertama pada bidang Teknologi Informasi.

 

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan komitmen UMS untuk terus mengawal keberlanjutan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperluas pengembangan UMAM di sejumlah kota strategis di Malaysia, seperti Penang dan Johor. Menurutnya, pengembangan tersebut akan semakin memperluas akses masyarakat Indonesia maupun masyarakat lokal terhadap pendidikan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.

 

Rektor UMS juga menyampaikan pentingnya mengoptimalkan program ADEM dan ADIK sebagai strategi untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia di Malaysia agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi global, serta mampu berkiprah dan memberikan kontribusi di berbagai negara.

 

“Kami ingin menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi simbol kehadiran dakwah di daerah minoritas,” tutur Harun.

 

Pada bidang akademik, UMS juga menunjukkan kiprah yang semakin kuat melalui kolaborasi riset internasional. Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah kontribusi UMS dalam publikasi ilmiah bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang terindeks Scopus, dengan kontribusi mencapai 77 persen dari keseluruhan kolaborasi. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi UMS untuk memperluas kemitraan riset bersama berbagai perguruan tinggi terkemuka di Malaysia, seperti Universiti Putra Malaysia (UPM) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

 

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Dr. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dengan berbagai institusi di Malaysia menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di luar negeri. Menurutnya, sinergi yang dibangun tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga memperkuat jejaring akademik, penelitian, serta mobilitas mahasiswa dan dosen di tingkat internasional.

 

Di sisi lain, Atase Polisi KBRI Kuala Lumpur, Brigjen. Pol. Taufik Noor Isya, mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek legalitas dalam pelaksanaan program KKN Kemitraan Internasional di Sanggar Bimbingan. Ia berharap setiap kegiatan mahasiswa Indonesia di Malaysia terus berkoordinasi dengan KBRI serta mematuhi ketentuan pemerintah Malaysia agar seluruh aktivitas pendidikan dan pengabdian masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan berkelanjutan.

 

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan, Harun juga menawarkan peluang kolaborasi bagi Program Studi Hubungan Internasional UMS agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui program magang, observasi, maupun kegiatan akademik di lingkungan KBRI Kuala Lumpur. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang diplomasi, hubungan internasional, serta pelayanan warga negara Indonesia di luar negeri.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. Em Sutrisna, menyampaikan perlunya strategi bersama agar lulusan UMAM dapat memperoleh penyetaraan ijazah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sehingga memiliki pengakuan yang setara di Indonesia. Selain itu, UMS juga membuka peluang kerja sama di bidang kesehatan melalui program internship bagi mahasiswa program studi kesehatan di berbagai rumah sakit di Malaysia sebagai upaya meningkatkan kompetensi lulusan di tingkat internasional.

 

Ke depan, UMS dan KBRI Kuala Lumpur berkomitmen memperkuat koordinasi melalui pembentukan Joint Working Group on Education sebagai wadah untuk mengawal implementasi berbagai program strategis di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan institusi pendidikan Muhammadiyah di Malaysia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!