28.7 C
Jakarta

Karate UMS Borong 13 Medali Internasional

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mengharumkan nama kampus di kancah internasional. Pada Karate International Championship yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, 10–12 Juli 2026, kontingen UMS sukses memboyong 13 medali, terdiri atas 2 emas, 7 perak, dan 4 perunggu.

 

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet karate UMS yang terus berkembang melalui sistem kaderisasi berjenjang, sinergi pelatih, serta dukungan alumni.

 

Dua medali emas dipersembahkan Fahmi Afif Rasyad dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik pada nomor Kumite >84 kilogram Mahasiswa Putra, serta Fernian Syiela Wardani dari Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada nomor Kumite <61 kilogram Mahasiswa Putri.

 

Selain itu, tujuh medali perak dan empat medali perunggu diraih atlet-atlet dari berbagai fakultas, menunjukkan pemerataan kualitas pembinaan di lingkungan UKM Karate UMS.

 

Pembina UKM Karate UMS, Ahmad Darmawan, S.T., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara pengurus, pelatih, atlet, dan alumni dalam menyusun strategi pembinaan maupun menentukan kelas pertandingan.

 

“Secara kualitas, atlet karate memiliki latar belakang dan pengalaman yang bervariasi. Strategi pemilihan atlet dan kelas tanding dari pengurus UKM yang didukung sinergi dengan pelatih menjadi faktor paling menonjol dalam meraih hasil maksimal di kejuaraan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

 

Menurut Ahmad, UKM Karate UMS telah memiliki pola pembinaan prestasi yang semakin tertata. Tim pelatih mampu memetakan atlet-atlet potensial sejak dini, sementara para alumni terus memberikan pendampingan dan pelatihan secara intensif.

 

Ke depan, UMS akan memperkuat sistem regenerasi atlet sekaligus mengembangkan pembinaan berbasis sport science dan analisis data agar prestasi dapat meningkat secara berkelanjutan.

 

“Karate UMS memiliki pola perkaderan dan pembinaan prestasi yang relatif sudah tertata. Tim pelatih mampu memetakan talenta-talenta potensial menjadi juara. Hal ini juga didukung keterlibatan alumni dalam memberikan pembinaan secara intensif,” jelasnya.

 

Kekompakan Tim Jadi Kekuatan

 

Salah satu peraih medali perak, Vania Ramadhani dari Program Studi Psikologi, mengungkapkan bahwa disiplin latihan dan kekompakan menjadi faktor utama keberhasilan tim.

 

Selama dua bulan sebelum kejuaraan, seluruh atlet menjalani latihan intensif dan saling memberikan motivasi agar tetap percaya diri menghadapi persaingan.

 

“Dari awal persiapan kami saling mendukung satu sama lain. Teman-teman terus mengajak latihan dan saling menyemangati agar tetap optimistis saat pertandingan. Kekompakan itu membuat tekanan saat bertanding terasa lebih ringan karena kami merasa tidak sendirian,” tuturnya.

 

Vania mengaku tantangan terbesar datang dari lawan yang bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Karena itu, ia memilih strategi yang lebih sabar dengan menunggu momentum sebelum melancarkan serangan.

 

“Menurut saya yang paling sulit adalah menghadapi lawan yang dominan defensif lalu melakukan counter attack. Karena itu saya memilih bermain lebih sabar, menunggu celah sebelum menyerang. Strategi itu cukup efektif untuk mengunci pergerakan lawan,” katanya.

 

Target Prestasi Lebih Tinggi

 

Prestasi di ajang Karate International Championship semakin memperkuat reputasi UKM Karate UMS sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa yang konsisten melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

 

Ke depan, tim menargetkan mampu tampil lebih kompetitif pada berbagai kejuaraan bergengsi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan nasional lainnya, dengan meningkatkan jumlah medali emas sekaligus memperluas rekognisi UMS di tingkat internasional.

 

Perolehan Medali UKM Karate UMS

 

Medali Emas

 

Fahmi Afif Rasyad (Ilmu Hukum) – Kumite >84 kg Mahasiswa Putra.

 

Fernian Syiela Wardani (Pendidikan Jasmani) – Kumite <61 kg Mahasiswa Putri.

 

 

Medali Perak

 

Shazika Shafa Humaira (Informatika) – Kumite <50 kg Senior Putri dan Kumite <50 kg Mahasiswa Putri.

 

Viola Dwi Destarani (Farmasi) – Kumite <61 kg Mahasiswa Putri.

 

Vania Ramadhani (Psikologi) – Kumite <55 kg Mahasiswa Putri.

 

Muchlis Dwi Angga Kusuma (Psikologi) – Kumite <55 kg Mahasiswa Putra.

 

Muhammad Labib Mu’azza (Pendidikan Agama Islam) – Kumite <75 kg Mahasiswa Putra.

 

Satria Galuh Saputra (Sistem Informasi) – Kumite <60 kg Mahasiswa Putra.

 

 

Medali Perunggu

 

Fahmi Afif Rasyad (Ilmu Hukum) – Kumite >84 kg Senior Putra.

 

Fernian Syiela Wardani (Pendidikan Jasmani) – Kumite <61 kg Senior Putri.

 

Viola Dwi Destarani (Farmasi) – Kumite <61 kg Senior Putri.

 

Danar Tri Prayoga (Informatika) – Kumite <67 kg Mahasiswa Putra. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!