MADIUN, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim/UMJT) membuktikan peran nyata perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui program Praktikum I. Selama dua bulan, mereka melakukan intervensi langsung terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi lansia dan penyandang disabilitas di Kota Madiun.
Hasil pendampingan tersebut dipresentasikan dalam Seminar Hasil Praktikum yang digelar di Ruang Rapat I Kampus 1 UMJT, Rabu (8/7/2026). Kegiatan diikuti mahasiswa semester enam yang telah menjalani praktikum pada Mei–Juni 2026.
Seminar dihadiri Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMJT Qoni’ah, M.Si., dosen pembimbing Muh. Ni’am, M.Kesos., serta mitra lapangan, yakni Lurah Kartoharjo (Kelun) Pardi, S.E. dan Lurah Manguharjo Rudianto, A.Md.
Dosen pengampu Praktikum I, Muh. Ni’am, menjelaskan bahwa mahasiswa diterjunkan ke Kelurahan Kelun dan Kelurahan Manguharjo untuk melakukan intervensi mikro terhadap kelompok masyarakat rentan.
“Fokus utama intervensi adalah penyelesaian masalah kesejahteraan sosial pada kelompok rentan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas yang berada di klaster desil 1–4. Setiap mahasiswa menangani satu klien dan melaksanakan kerja kasus (case work) sesuai tahapan intervensi pekerja sosial,” jelasnya.
Selama menjalankan praktikum, mahasiswa menyusun laporan perkembangan setiap dua pekan sebagai bentuk evaluasi pendampingan. Setelah program berakhir, mereka melakukan terminasi bersama klien dan lembaga mitra, kemudian menyusun laporan akhir yang dipresentasikan dalam seminar.
Menurut Muh. Ni’am, pendekatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk menerapkan teori pekerjaan sosial secara langsung di tengah masyarakat sekaligus melatih kemampuan asesmen, perencanaan intervensi, pendampingan, hingga evaluasi.
Seminar juga dihadiri dosen pendamping, pendamping lapangan dari Kasi Kesejahteraan Sosial di masing-masing kelurahan, serta para lurah yang menjadi mitra selama pelaksanaan praktikum.
Lurah Kartoharjo (Kelun), Pardi, mengapresiasi kontribusi mahasiswa UMJT dalam membantu pemerintah kelurahan menangani persoalan kesejahteraan sosial.
“Kehadiran mahasiswa Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMJT sangat membantu kami dalam memetakan dan menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan,” ujarnya.
Program ini menjadi wujud implementasi konsep Kampus Berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Melalui praktik lapangan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
UMJT berharap kegiatan serupa terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan kompetensi calon pekerja sosial profesional sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. (Pujoko)
