31.9 C
Jakarta

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Jadi Sekolah Model PM-KKA

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta resmi dipercaya menjadi Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding-Kecerdasan Artifisial (KKA) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penegasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Sekolah Model PM-KKA yang digelar di Red Chilies Hotel Lantai 5, Kamis (9/7/2026).

 

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi, strategi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan program nasional tersebut. Hadir dalam kegiatan itu jajaran Dinas Pendidikan Kota Surakarta, kepala sekolah, guru, serta tim pelaksana sekolah model.

 

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Sayekti, mengatakan penunjukan sekolahnya sebagai sekolah model merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

 

Menurutnya, workshop tersebut menjadi momentum menyamakan langkah, pikiran, dan komitmen seluruh warga sekolah agar implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding-Kecerdasan Artifisial dapat berjalan optimal.

 

“SD Muhammadiyah 1 Ketelan mendapatkan amanah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA. Melalui workshop ini kami ingin menyatukan langkah, menyatukan pikiran, dan menyatukan hati agar mampu menyiapkan program-program terbaik untuk melayani anak-anak secara paripurna,” ujarnya.

 

Sri Sayekti menjelaskan, terdapat tiga fokus utama yang akan menjadi target pengembangan sekolah pada tahun ajaran 2026/2027, yakni keunggulan belajar murid, keunggulan mengajar guru, dan keunggulan kepemimpinan kepala sekolah.

 

Ketiga aspek tersebut akan menjadi fondasi dalam penerapan Pembelajaran Mendalam yang menekankan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi melalui Koding dan Kecerdasan Artifisial.

 

“Tiga hal itu akan menjadi target utama kami dalam mengimplementasikan PM dan KKA. Semoga Allah memberikan petunjuk dan bimbingan sehingga SD Muhammadiyah 1 Ketelan mampu melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

 

Jadi Rujukan Sekolah di Surakarta

 

Sementara itu, Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya SD Muhammadiyah 1 Ketelan sebagai sekolah model.

 

Menurutnya, penetapan tersebut bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga membawa tanggung jawab besar karena sekolah akan menjadi pusat pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain di Kota Surakarta.

 

“Selamat kepada SD Muhammadiyah 1 Ketelan yang ditetapkan sebagai sekolah model. Sekolah ini akan menjadi percontohan implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA di Kota Surakarta,” katanya.

 

Ia mengakui implementasi program tersebut bukanlah tugas yang mudah. Namun, Dimas optimistis SD Muhammadiyah 1 Ketelan memiliki kapasitas untuk menjalankan amanah tersebut secara maksimal.

 

Ke depan, Dinas Pendidikan Kota Surakarta akan mengarahkan sekolah-sekolah lain yang ingin mempelajari implementasi PM-KKA untuk melakukan studi dan berbagi praktik baik di SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

 

“Ketika nanti sekolah-sekolah lain di Kota Surakarta ingin belajar dan mencontoh implementasi PM dan KKA, kami akan mengarahkan mereka ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan,” ungkapnya.

 

Siapkan Pendidikan Berbasis Masa Depan

 

Program Sekolah Model PM-KKA merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam memperkuat transformasi pendidikan Indonesia melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang dipadukan dengan penguasaan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI).

 

Melalui penunjukan sebagai sekolah model, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta diharapkan mampu menjadi laboratorium praktik terbaik dalam pengembangan pembelajaran abad ke-21, sekaligus menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!