PURWOREJO, MENARA62.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo memadukan dakwah, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi umat melalui peluncuran Kampung Aren Keduren dalam rangkaian Pengajian Akbar Hari Ber-Muhammadiyah 2026 di Desa Keduren, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Ahad (2/8/2026).
Peluncuran Kampung Aren diresmikan oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi bersama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, M.Ag., Ketua PDM Purworejo Drs. H. Pujiono, perwakilan Asosiasi Aren Indonesia, serta sejumlah tamu undangan.
Kegiatan yang digelar PDM Purworejo dengan panitia teknis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purwodadi itu dihadiri ribuan jamaah dari unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo, organisasi otonom, Amal Usaha Muhammadiyah, tokoh masyarakat, hingga warga Desa Keduren.
Selain Wakil Bupati, hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PWM Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo KH. Muhammad Haekal, Ketua MUI Kabupaten Purworejo KH. Ahmad Hamid AK, unsur Kementerian Agama, BAZNAS Kabupaten Purworejo, Dinas Pertanian, DPP Asosiasi Aren Indonesia, Camat Purwodadi, Kepala Desa Keduren, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dakwah Berkemajuan Berbasis Ekologi
Mengusung semangat Islam Berkemajuan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pengajian akbar, tetapi juga menjadi gerakan nyata Muhammadiyah dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis tanaman aren sekaligus memperkuat konservasi lingkungan.
Peluncuran Kampung Aren menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan dakwah Islam dengan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan komoditas aren yang dinilai memiliki prospek ekonomi tinggi sekaligus berfungsi sebagai tanaman konservasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gowes bersama menuju lokasi acara dan penampilan Hadrah Eskawa yang dibawakan siswa SMK Muhammadiyah Purwodadi.
Puncak acara ditandai dengan penanaman pohon aren secara simbolis oleh Wakil Bupati Purworejo bersama jajaran Muhammadiyah dan mitra, dilanjutkan penerbangan balon sebagai simbol semangat membangun masa depan.
BAZNAS Kabupaten Purworejo juga menyerahkan santunan kepada warga sekitar Desa Keduren sebagai bagian dari kepedulian sosial dalam Hari Ber-Muhammadiyah.
Salah satu agenda yang menarik perhatian jamaah adalah penyerahan 69 bibit pohon aren oleh santri Jamaludin Jet Jundullah, Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah Jono Putra–Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Bayan Purworejo.
Angka 69 melambangkan Milad ke-69 SMP Muhammadiyah Jono sekaligus menjadi simbol harapan agar pendidikan Muhammadiyah terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat sebagaimana pohon aren yang bernilai ekonomi dan ekologis.
Kampung Aren Jadi Pusat Edukasi
Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pujiono, mengatakan Desa Keduren dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi dan pengembangan tanaman aren di Kabupaten Purworejo.
“Hari ini kita menyambut Hari Ber-Muhammadiyah dengan me-launching Kampung Aren di Desa Keduren. Harapan saya, aren ke depan menjadi komoditas unggulan karena kebutuhan gula aren dan nira sangat besar. Insyaallah akan ditanam 500 bibit oleh sebagian besar warga Desa Keduren dan mudah-mudahan tiga hingga empat tahun mendatang sudah mulai memberikan hasil,” ujarnya.
Menurut Pujiono, Kampung Aren Keduren merupakan kampung aren kedua yang dikembangkan Muhammadiyah Purworejo setelah sebelumnya berhasil dirintis di Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen.
Ia juga mengungkapkan bahwa tanah wakaf Muhammadiyah di kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat produksi dan pengolahan hasil aren.
“Tanah wakaf ini nantinya akan menjadi tempat memproduksi dan mengolah hasil aren ketika tanaman sudah berkembang. Harapan kami, kawasan ini menjadi agrowisata, menjadi bagian dari Purworejo Berkemajuan, petaninya makmur, serta membawa keberkahan menuju masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” katanya.
Pemkab Siap Dukung
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengapresiasi langkah Muhammadiyah melalui Jaringan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang bekerja sama dengan Asosiasi Aren Indonesia.
Menurutnya, program Kampung Aren merupakan contoh dakwah yang mampu menjawab tantangan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan.
“Terima kasih kepada PDM Purworejo yang membuktikan bahwa dakwah tidak hanya melalui pengajian dan syiar keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat, memberikan edukasi, serta mengajak masyarakat menanam tanaman konservasi untuk menjaga keseimbangan alam sebagai ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Ia menilai tanaman aren memiliki prospek ekonomi yang besar karena menghasilkan beragam produk bernilai jual sekaligus berfungsi sebagai tanaman konservasi yang mampu mendukung ketahanan lingkungan.
“Ini menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan dampak ekologi sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Dion menegaskan Pemerintah Kabupaten Purworejo siap mendukung pengembangan Kampung Aren agar menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah.
Jaga Harmoni Manusia dan Alam
Dalam tausiah Pengajian Akbar Hari Ber-Muhammadiyah, Ketua PWM Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, M.Ag. mengajak umat Islam menjaga keseimbangan hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam Berkemajuan karena alam adalah ayat-ayat kauniyah yang menunjukkan kebesaran Allah SWT.
Ia juga menekankan pentingnya memperkaya dakwah dengan ilmu sosial, teknologi, serta pemahaman terhadap budaya masyarakat agar Muhammadiyah mampu terus menjawab tantangan zaman.
Melalui peluncuran Kampung Aren Keduren, Muhammadiyah Purworejo menegaskan bahwa dakwah tidak berhenti di mimbar pengajian, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memperkuat ketahanan lingkungan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat, dan membangun masyarakat yang berkemajuan secara berkelanjutan. (AMM)
