30.1 C
Jakarta

Siti Rahmawati Raih Doktor Berkat Riset Anti-Bullying

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali melahirkan inovasi akademik yang menjawab persoalan pendidikan. Siti Rahmawati resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam setelah mempertahankan disertasinya yang mengembangkan Model Bi-Rahmah, sebuah pendekatan pembelajaran berbasis nilai-nilai Al-Qur’an untuk mencegah bullying di sekolah Islam.

 

Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam (FAI) UMS berlangsung di Amphiteater FAI Kampus 1 UMS, Selasa (4/8/2026). Siti dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88, sekaligus menjadi doktor ke-68 yang dihasilkan Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam FAI UMS.

 

Disertasi yang diangkat berjudul “Pengembangan Model Bi-Rahmah: Integrasi Nilai Kesabaran, Kasih Sayang, dan Memaafkan untuk Pencegahan Bullying di Sekolah Islam”. Penelitian tersebut dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. M.A. Fattah Santoso, M.A. dan Ko-promotor Prof. Dr. Sabar Narimo, M.M., M.Pd.

 

Dalam paparannya, Siti menjelaskan bahwa Model Bi-Rahmah dirancang sebagai model pembelajaran preventif yang mengintegrasikan nilai sabar (sabr), kasih sayang (rahmah), memaafkan (‘afw), dan kesadaran spiritual (muraqabah) untuk membangun budaya sekolah yang aman, humanis, serta bebas dari perundungan.

 

“Penelitian saya menawarkan model pembelajaran preventif berbasis nilai-nilai Al-Qur’an untuk membangun budaya sekolah yang aman dan bebas dari bullying,” ujarnya.

 

Penelitian dilakukan di lima sekolah Islam dan menemukan masih tingginya kasus perundungan. Sebanyak 118 kasus bullying berhasil diidentifikasi, dengan bullying verbal menjadi bentuk yang paling dominan, yakni mencapai 39 persen.

 

Menurut Siti, banyak kasus yang belum tercatat secara resmi karena masih dianggap sebagai candaan di lingkungan sekolah.

 

“Masih banyak kasus yang tidak tercatat secara resmi karena dianggap sekadar candaan. Salah satu bentuk yang paling sering ditemukan adalah ejekan terhadap nama orang tua,” tegasnya.

 

Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara laporan resmi sekolah dengan realitas yang dialami peserta didik sehari-hari. Penelitian juga memperlihatkan bahwa pemahaman siswa mengenai larangan bullying belum cukup mengubah perilaku tanpa adanya proses internalisasi nilai secara berkelanjutan.

 

Berangkat dari kondisi tersebut, Siti mengembangkan Model Bi-Rahmah dengan pendekatan kinestetik, role play, dan Project-Based Learning (PjBL). Pendekatan ini dirancang agar peserta didik tidak hanya memahami nilai-nilai Islam secara kognitif, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hasil validasi menunjukkan Model Bi-Rahmah memperoleh nilai Aiken’s V sebesar 0,84, yang termasuk kategori sangat valid. Penilaian dilakukan oleh 10 validator yang terdiri atas pakar psikologi, pendidikan agama Islam, guru praktisi, dan ahli pengembangan modul.

 

Selain menghasilkan model pembelajaran, penelitian tersebut juga melahirkan Teori Ekosistem Bi-Rahmah (T-EBR) sebagai emerging middle-range theory. Teori ini menegaskan bahwa pencegahan bullying harus dibangun melalui integrasi nilai-nilai Qur’ani, penguatan empati, pembiasaan perilaku positif, serta dukungan lingkungan sekolah.

 

Implementasi model dilakukan melalui berbagai aktivitas kolaboratif, seperti simulasi pengendalian emosi, permainan peran, hingga proyek kampanye “No Ghibah, Yes Rahmah”.

 

Promotor, Prof. Dr. M.A. Fattah Santoso, M.A., mengapresiasi semangat Siti Rahmawati yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktor pada usia 58 tahun.

 

“Saya juga mendorong agar semangat akademik tersebut terus dilanjutkan melalui penelitian berikutnya, termasuk menguji efektivitas Model Bi-Rahmah yang telah dikembangkan agar manfaatnya semakin luas bagi dunia pendidikan,” ujarnya.

 

Fattah juga memberikan apresiasi kepada keluarga yang dinilai menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Siti menyelesaikan studi doktoralnya.

 

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat peran UMS sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan riset aplikatif untuk menjawab tantangan masyarakat. Melalui Model Bi-Rahmah, UMS menawarkan alternatif penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah Islam dalam menyusun kebijakan pencegahan bullying serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkarakter. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!