31.5 C
Jakarta

KDKMP Pucangan Raup Omzet Rp1 Miliar Per Bulan

Baca Juga:

TUBAN, MENARA62.COM – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, menjadi contoh sukses pengembangan ekonomi desa berbasis kolaborasi. Melalui kemitraan strategis dengan Toserba Sunan Drajat, koperasi tersebut mampu membukukan omzet sekitar Rp1 miliar per bulan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

 

Keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Penasehat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Prof. Dr. Zainudin Maliki, saat melakukan kunjungan kerja ke KDKMP Desa Pucangan, Rabu (5/8/2026).

 

Kunjungan tersebut dilaksanakan usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengkajian Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diselenggarakan Strategic Policy Unit (SPU) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT).

 

Turut mendampingi rombongan, Tenaga Ahli Kementerian Desa bidang Rural Development and Community Empowerment Advisor TEKAD, jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tuban, Koordinator TAPM Kabupaten Tuban, Kepala Desa Montong Santiko, serta Kepala Desa Pucangan beserta perangkat desa.

 

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung aktivitas usaha KDKMP yang telah berkembang melalui kolaborasi dengan sektor usaha modern.

 

Berdasarkan paparan pengelola, kemitraan tersebut menghasilkan perputaran usaha yang terus meningkat. KDKMP mencatat estimasi keuntungan sekitar Rp30 juta per hari dengan omzet mencapai sekitar Rp1 miliar setiap bulan.

 

Selain meningkatkan pendapatan desa, keberadaan koperasi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM dan pedagang lokal sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Prof. Zainudin Maliki menilai keberhasilan Desa Pucangan menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis kolaborasi.

 

“Apa yang dilakukan KDKMP Desa Pucangan merupakan contoh praktik baik yang layak menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. Ketika pemerintah desa mampu membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dikelola secara profesional, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan terbukanya lapangan kerja,” ujarnya.

 

Menurutnya, model kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat pembangunan desa yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam penguatan ekonomi lokal.

 

Sementara itu, Tenaga Ahli Kementerian Desa bidang Rural Development and Community Empowerment Advisor TEKAD, M. Arif’an, SH., MH., menegaskan bahwa keberhasilan KDKMP tidak lepas dari sinergi pemerintah desa, koperasi, dan dunia usaha.

 

“Keberhasilan Desa Pucangan membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, koperasi, dan sektor usaha mampu menciptakan nilai ekonomi yang nyata. Model seperti ini layak direplikasi di berbagai desa sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

 

Ia menambahkan, keberadaan KDKMP juga memberi ruang lebih luas bagi UMKM dan pedagang desa untuk memasarkan produknya sehingga mendorong peningkatan daya saing ekonomi masyarakat.

 

Koordinator TAPM Kabupaten Tuban menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pendampingan berkelanjutan sekaligus komitmen pemerintah desa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.

 

“Pendampingan tidak hanya pada aspek administrasi, tetapi juga memastikan program berjalan secara berkelanjutan. KDKMP Desa Pucangan membuktikan bahwa kolaborasi mampu melahirkan usaha produktif yang menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Kepala Desa Pucangan menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Desa terhadap pengembangan ekonomi desa. Ia menegaskan pemerintah desa akan terus memperkuat KDKMP melalui kemitraan yang sehat dan profesional agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

 

“Kehadiran Prof. Dr. Zainudin Maliki beserta jajaran Kementerian Desa menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pucangan,” katanya.

 

Keberhasilan KDKMP Desa Pucangan diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Dengan tata kelola yang profesional, kolaborasi lintas sektor, dan pendampingan yang berkelanjutan, koperasi desa diyakini mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Mukhlis/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!