29.4 C
Jakarta

KOKAM dan MDMC Solo Latih Kemampuan Water Rescue

Baca Juga:

SUKOHARJO, MENARA62.COM — Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Surakarta menggelar latihan water rescue di Waduk Mulur, Kabupaten Sukoharjo, Ahad (23/8/2026).

 

Latihan bersama yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas personel dalam menghadapi situasi darurat, khususnya operasi penyelamatan di wilayah perairan.

 

Lebih dari 20 personel KOKAM Kota Surakarta mengikuti latihan dengan penuh antusias. Materi diberikan langsung oleh Mursito, instruktur Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) MDMC Solo.

 

Dalam latihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga mengasah kemampuan fisik dan taktik melalui praktik langsung di perairan Waduk Mulur.

 

Tiga Kompetensi Water Rescue

 

Latihan difokuskan pada tiga kompetensi utama dalam penyelamatan di air.

 

Pertama, olah gerak perahu, yakni melatih kekompakan tim, menjaga keseimbangan, serta menguasai teknik manuver perahu karet di perairan terbuka.

 

Kedua, teknik penyelamatan di air. Peserta dibekali kemampuan melakukan evakuasi terhadap korban tenggelam secara cepat, tepat, dan aman, baik bagi korban maupun penyelamat.

 

Ketiga, pengoperasian perahu evakuasi. Materi ini menekankan pemahaman terhadap prosedur standar operasional (SOP) penggunaan perahu dalam mendukung proses penyelamatan.

 

Latihan tersebut menjadi sarana untuk memastikan personel memiliki kesiapan teknis ketika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

 

KOKAM-MDMC Perkuat Misi Kemanusiaan

 

Ketua Pemuda Muhammadiyah Surakarta, Andi Tri, turut hadir menyaksikan latihan. Ia memberikan apresiasi terhadap semangat personel KOKAM dan MDMC yang terus meningkatkan kapasitas dalam bidang kebencanaan.

 

“Kami sangat bangga melihat semangat juang teman-teman KOKAM dan MDMC hari ini. Sinergi ini adalah bukti nyata bahwa Pemuda Muhammadiyah selalu siap hadir untuk misi kemanusiaan,” ujar Andi.

 

Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi harus dibangun melalui latihan yang dilakukan secara rutin.

 

“Kesiapsiagaan bukan sekadar jargon, tapi amal nyata yang harus terus dilatih dan diuji,” tegasnya.

 

Ketua MDMC Solo, Teguh Wahyudi, yang turut meninjau pelaksanaan latihan, juga mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurut dia, kondisi darurat membutuhkan relawan yang memiliki keahlian khusus, ketenangan, sekaligus kecepatan dalam mengambil tindakan.

 

“Kondisi darurat menuntut keahlian khusus, ketenangan, dan kecepatan bertindak. Melalui latihan bersama ini, kami berharap setiap relawan tidak hanya memiliki ketangguhan fisik, tetapi juga kecakapan taktis dalam melakukan water rescue,” kata Teguh.

 

Ia menilai sinergi KOKAM dan MDMC menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas respons kebencanaan Muhammadiyah di wilayah Surakarta dan sekitarnya.

 

“Kolaborasi KOKAM dan MDMC adalah kunci kekuatan tanggap darurat kita di Surakarta dan sekitarnya. Semangat selalu untuk One Muhammadiyah One Response (OMOR),” ungkapnya.

 

Melalui latihan water rescue tersebut, KOKAM dan MDMC Kota Surakarta diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kondisi kedaruratan. Peningkatan kapasitas personel juga menjadi bekal untuk mendukung operasi Search and Rescue (SAR) serta misi kemanusiaan kapan pun dibutuhkan.

 

Latihan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam membangun relawan yang tangguh, terampil, dan siap memberikan pertolongan kepada masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!