31.8 C
Jakarta

Rematch Sengit, Mujiono-Nur Hidayat Juara Tenis UMS

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pertandingan penentuan Turnamen Tenis Internal Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berlangsung dramatis. Sempat tertinggal 3-0 dan kemudian 7-6, pasangan Mujiono/Nur Hidayat bangkit untuk membalikkan keadaan dan merebut gelar juara ganda putra.

 

Turnamen tenis internal UMS tersebut mempertemukan dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga pensiunan di lingkungan kampus. Kompetisi berlangsung dengan suasana kekeluargaan, tetapi persaingan di lapangan tetap berlangsung ketat.

 

Ketua Pelaksana Turnamen Tenis Internal UMS Ahmad Darojat mengatakan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar.

 

“Kami sangat senang dan puas karena seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Ahmad, Selasa (1/9/2026).

 

Turnamen diikuti belasan pasangan ganda putra dan delapan pasangan ganda putri. Tahun ini menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya UMS membuka nomor ganda putri.

 

Pasangan Vera/Ambar mencatat sejarah sebagai juara perdana nomor tersebut setelah tampil dominan dan menang telak pada laga final, Senin (31/8/2026).

 

Sempat Tertinggal 3-0

 

Drama justru terjadi di nomor ganda putra.

 

Babak penyisihan membagi peserta ke dalam tiga grup. Para juara grup kemudian bertemu pada babak final dengan sistem round robin.

 

Pada pertandingan pertama, pasangan Ma’arif (66)/Fathurahman (31) menghadapi Mujiono (62)/Nur Hidayat (36).

 

Mujiono/Nur Hidayat tampil solid dan langsung mengamankan kemenangan dengan skor 8-3.

 

Pertandingan berikutnya mempertemukan Ma’arif/Fathurahman dengan pasangan Fuadi (67)/Dediary (51), juara Grup C.

 

Fuadi/Dediary mampu memanfaatkan momentum dan mengalahkan Ma’arif/Fathurahman dengan skor 8-5.

 

Hasil tersebut membuat laga antara Mujiono/Nur Hidayat dan Fuadi/Dediary menjadi pertandingan penentu gelar juara.

 

Pertandingan berlangsung menjelang tengah hari ketika stamina kedua pasangan mulai terkuras.

 

Fuadi/Dediary mengawali laga dengan agresif. Mereka bahkan mampu unggul cepat 3-0.

 

Mujiono/Nur Hidayat tak menyerah. Perlahan mereka mengejar hingga pertandingan berlangsung ketat.

 

Fuadi/Dediary kembali berada di atas angin dengan keunggulan 7-6.

 

Namun, kondisi fisik mulai menjadi faktor penentu. Dediary mengalami kelelahan dan sempat mengalami kram pada kaki kanan.

 

Panitia yang telah mengantisipasi kemungkinan cedera langsung memberikan penanganan. Personel tambahan dari mahasiswa Pendidikan Jasmani diterjunkan untuk membantu perawatan.

 

Balikkan Keadaan di Poin Kritis

 

Situasi tersebut menjadi momentum bagi Mujiono/Nur Hidayat.

 

Dengan sisa tenaga dan permainan yang lebih konsisten, mereka berhasil membalikkan kedudukan. Dari tertinggal 7-6, pasangan tersebut akhirnya menang tipis 8-7.

 

Pertandingan berakhir menjelang pukul 13.00 WIB sekaligus memastikan Mujiono/Nur Hidayat sebagai juara ganda putra Turnamen Tenis Internal UMS.

 

Selain menghadirkan persaingan, turnamen ini juga memperlihatkan kuatnya interaksi lintas generasi. Usia peserta yang terpaut jauh tidak mengurangi semangat mereka untuk bertanding dan menjaga kebugaran.

 

Ahmad Darojat mengatakan turnamen tersebut memang tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang.

 

“Menurut kami, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi mencari pemenang, melainkan media efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar lintas generasi di lingkungan UMS. Selamat kepada para pemenang!” ujarnya.

 

Dengan dibukanya nomor ganda putri untuk pertama kalinya serta persaingan ketat di nomor ganda putra, Turnamen Tenis Internal UMS menjadi ruang olahraga sekaligus sarana memperkuat kebersamaan keluarga besar kampus. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!