SOLO, MENARA62.COM – Ada yang berbeda dalam kegiatan Jumat Religi di SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, Jumat (18/9/2026).
Jika biasanya kegiatan Jumat Religi diisi dengan salat Dhuha bersama, kali ini siswa kelas 1 hingga kelas 6 melaksanakan salat Istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan.
Salat Istisqa digelar di halaman sekolah dan diikuti seluruh siswa dengan tertib.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Sri Mulyana, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai ikhtiar spiritual di tengah kondisi kekeringan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
“Beberapa bulan ini hujan tidak turun. Upaya terakhir kita sebagai hamba Allah yang lemah adalah berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah,” kata Sri Mulyana.
Guru yang akrab disapa Pakde Jabrick itu mengatakan, salat Istisqa juga menjadi sarana bagi sekolah untuk mengenalkan kepada siswa bagaimana seorang muslim bersikap ketika menghadapi musibah atau kondisi sulit.
Menurut dia, siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai salat Istisqa, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.
Tata cara salat yang diajarkan mengacu pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
“Kami mengajarkan kepada anak-anak bagaimana jika terjadi sesuatu musibah, apa yang kita lakukan. Tentunya memohon pertolongan kepada Allah,” ujarnya.
Berharap doa anak-anak mengetuk pintu langit
Sri Mulyana berharap doa yang dipanjatkan bersama para siswa menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon rahmat Allah agar hujan segera turun.
Dia juga berharap doa anak-anak yang masih polos dapat menjadi momentum mengetuk pintu langit.
“Kami berharap rahmat Allah mendahului murka-Nya. Masih banyak orang-orang tua yang rajin beribadah, anak-anak yang masih polos menuntut ilmu dan beribadah,” kata dia.
Pelaksanaan salat Istisqa, lanjut Sri Mulyana, berlangsung lancar. Sekolah berharap ikhtiar tersebut membawa perubahan dan hujan segera turun untuk mengatasi kondisi kekeringan.
Ajarkan kepedulian sejak dini
Wali murid kelas 1A, Sekar Arum, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan SD Muhammadiyah 24 Gajahan.
Menurut dia, salat Istisqa tidak hanya mengajarkan ibadah kepada anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Saya apresiasi sekali sekolah yang sudah mengajak anak-anak untuk peduli sama kawan-kawannya, peduli sama sesama anak bangsa yang sekarang sedang tertimpa kekeringan,” ujar Sekar.
Dia berharap kegiatan tersebut menjadi pembelajaran bagi siswa agar terbiasa memperhatikan kondisi orang lain sejak usia dini.
“Semoga ini jadi pelajaran juga buat anak-anak untuk lebih peduli sama sesama,” katanya.
Melalui kegiatan Jumat Religi, SD Muhammadiyah 24 Gajahan berupaya menggabungkan pembiasaan ibadah dengan pendidikan karakter. Kali ini, salat Istisqa menjadi sarana untuk mengajarkan doa, ikhtiar, sekaligus kepedulian sosial kepada para siswa. (*)
