29.3 C
Jakarta

MPAI UMS Terima Mahasiswa dari Indonesia dan Empat Negara

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Reputasi Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus menunjukkan perkembangan. Pada semester ini, MPAI UMS menerima 46 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Sabang hingga Merauke.

 

Tak hanya dari dalam negeri, empat mahasiswa asing dari Uganda, Thailand, Kamboja, dan Nigeria turut bergabung. Komposisi tersebut memperlihatkan semakin luasnya jangkauan MPAI UMS sebagai pilihan pendidikan magister di bidang Pendidikan Agama Islam.

 

Jumlah 46 mahasiswa itu juga menempatkan MPAI UMS sebagai salah satu program studi dengan jumlah mahasiswa baru yang tinggi di lingkungan Pascasarjana UMS.

 

Ketua Program Studi MPAI UMS, Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan capaian tersebut tidak semata-mata dilihat dari sisi kuantitas. Menurut dia, keberagaman asal mahasiswa menjadi gambaran adanya kepercayaan yang semakin luas terhadap MPAI UMS.

 

“Bagi kami, 46 mahasiswa yang bergabung pada semester ini bukan sekadar angka. Mereka datang dari berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, bahkan dari Uganda, Thailand, Kamboja, dan Nigeria,” ujar Nur Rochim, Jumat (18/9/2026).

 

Ia menegaskan, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan peningkatan kualitas akademik dan layanan pendidikan.

 

“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap MPAI UMS semakin luas. Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas akademik, layanan pendidikan, dan relevansi program studi,” katanya.

 

Mahasiswa Beragam, Perspektif Akademik Meluas

 

Menurut Nur Rochim, keberagaman latar belakang mahasiswa turut memperkaya atmosfer akademik di MPAI UMS. Mahasiswa dari berbagai daerah membawa pengalaman pendidikan, sosial, dan budaya yang berbeda ke dalam proses pembelajaran.

 

Kehadiran mahasiswa dari empat negara juga memberikan dimensi internasional yang semakin nyata. Interaksi antarmahasiswa membuka kesempatan untuk melihat pendidikan Islam dari perspektif sosial, budaya, serta sistem pendidikan yang berbeda.

 

“Komposisi mahasiswa pada semester ini sekaligus memperlihatkan daya tarik MPAI UMS di tengah semakin beragamnya pilihan pendidikan pascasarjana di bidang Pendidikan Agama Islam,” jelasnya.

 

Ia menyebut keberagaman tersebut dapat menjadi modal bagi program studi untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, penelitian, dan keilmuan.

 

Namun, Nur Rochim menekankan bahwa kepercayaan masyarakat tidak cukup diukur dari pertumbuhan jumlah mahasiswa. Menurutnya, kepercayaan harus dibuktikan melalui kualitas proses pembelajaran, penguatan riset, layanan akademik, serta kemampuan menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.

 

“Kepercayaan mahasiswa dari berbagai wilayah menjadi modal penting bagi program studi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan,” tegasnya.

 

Dengan masuknya 46 mahasiswa pada semester ini, MPAI UMS semakin memperluas jejaring akademiknya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebaran mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia dan empat negara menjadi bagian dari perkembangan lingkungan pendidikan pascasarjana yang semakin beragam.

 

“Jangkauan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia hingga empat negara menjadi indikator berkembangnya reputasi, daya tarik akademik, dan keterbukaan MPAI UMS dalam membangun lingkungan pendidikan pascasarjana yang berwawasan nasional dan internasional,” pungkas Nur Rochim. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!