35.2 C
Jakarta

Wamendikdasmen Fajar Lepas 264 Santri Jabar, Targetkan Prestasi di Malang

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melepas Kontingen Jawa Barat yang akan mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ke-2 di Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), Ahad (20/9/2026).

 

Sebanyak 264 santri dalam 27 regu dari 12 pesantren akan membawa nama Jawa Barat dalam kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, pada 21–24 September 2026.

 

Dalam pelepasan tersebut, Fajar mendorong para santri membuktikan kualitas melalui prestasi, kekompakan, kedisiplinan, dan akhlak terpuji.

 

“Santri Jawa Barat siap juara?” seru Fajar yang langsung disambut antusias para peserta.

 

Fajar menyebut kontingen Jawa Barat memiliki modal kuat. Dua pesantren Muhammadiyah di Jawa Barat bahkan masuk dalam daftar 10 besar pesantren Muhammadiyah secara nasional periode 2025–2026.

 

Darul Arqam Muhammadiyah Garut berada di peringkat kelima dengan nilai akreditasi 91, sedangkan Al-Furqon Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menempati peringkat ketujuh dengan nilai 89. Keduanya memperoleh predikat Mumtaz.

 

“Secara kuantitas, pesantren Muhammadiyah Jawa Barat mungkin belum sebanyak daerah lain. Namun, masuknya dua pesantren dalam 10 besar nasional menunjukkan bahwa kita berorientasi pada mutu,” kata Fajar.

 

Menurut dia, Kemah Santri di Malang harus menjadi momentum untuk membuktikan kualitas tersebut, sekaligus memperkuat karakter para santri.

 

Pesan Fajar: Harus Total dan Pantang Menyerah

 

Fajar mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia mengutip hadis sahih riwayat Muslim tentang pentingnya menjadi mukmin yang kuat serta bersungguh-sungguh dalam meraih sesuatu yang bermanfaat.

 

“Adik-adik harus total. Dalam istilah Buya Syafii Maarif, harus bertungkus lumus. Berikan kemampuan terbaik, berdoa, dan jangan mudah menyerah,” ujarnya.

 

Fajar juga mengingatkan bahwa prestasi tidak selalu diukur dari medali. Jika belum berhasil menjadi juara, pengalaman selama mengikuti kompetisi harus dijadikan bekal untuk berkembang.

 

Selain kemampuan akademik dan keterampilan, Fajar meminta santri menjaga kekompakan dan mengembangkan kecerdasan sosial. Ia juga mendorong peserta mengamalkan empat sifat Rasulullah SAW, yakni sidik, amanah, tablig, dan fatanah.

 

“Kalau belum mendapat medali, jadikan pengalaman itu sebagai bekal untuk bangkit,” pesannya.

 

Ikuti Beragam Kompetisi

 

Kontingen Jawa Barat terdiri atas 264 santri, 35 pendamping, dan 10 pembina. Mereka berasal dari 12 pesantren Muhammadiyah.

 

Selama Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ke-2, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi. Di antaranya Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab dan Inggris, penyampaian cerita, baris-berbaris, serta jelajah alam dan tali-temali.

 

Rangkaian kegiatan juga mencakup seminar nasional, Unggun Gembira, dan pentas seni.

 

Kemah Santri tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi ruang memperkuat silaturahmi antarpesantren, menanamkan karakter Pesantren Muhammadiyah, meningkatkan pembinaan Hizbul Wathan, serta membangun kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat berprestasi.

 

Ketua PWM Jawa Barat Ahmad Dahlan menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan motivasi yang diberikan Fajar kepada para santri.

 

Ia berharap kontingen Jawa Barat mampu menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik Muhammadiyah dan Jawa Barat selama mengikuti kegiatan di Malang.

 

Pelepasan kontingen berlangsung di UM Bandung. Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto beserta jajaran wakil rektor dan Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PWM Jawa Barat Agus Abdul Rahman.

 

Menutup arahannya, Fajar berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, beristirahat cukup, serta memperhatikan keselamatan selama perjalanan maupun mengikuti kegiatan.

 

“Saya titip nama Jawa Barat. Semoga perjalanan ke Malang lancar dan seluruh peserta kembali dengan selamat. Jaga kekompakan, harumkan Jawa Barat, dan tunjukkan bahwa santri kita memiliki kualitas serta karakter yang mahmudah,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!