KARANGANYAR, MENARA62.COM — Bukan sekadar berjalan menyusuri hutan, hiking Kepanduan Hizbul Wathan (HW) menjadi cara SD Muhammadiyah Palur menanamkan karakter mandiri, tangguh, disiplin, dan Islami kepada para siswanya.
Melalui kegiatan outdoor learning di kawasan wisata Sekipan, Tawangmangu, Karanganyar, Kamis (5/11/2026), ratusan siswa kelas 3, 4, dan 5 diajak belajar langsung dari alam terbuka. Mereka tidak hanya menikmati petualangan, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan yang mengasah keterampilan, keberanian, serta kekompakan.
Ketua Panitia Kegiatan, Febri Uswatun Hasanah, mengatakan kegiatan tahunan tersebut dirancang sebagai sarana pendidikan karakter melalui pengalaman langsung, bukan sekadar agenda rekreasi.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar langsung di alam terbuka, menanamkan nilai-nilai kepanduan HW, serta mempererat tali persaudaraan antarsiswa,” jelasnya.
Menurut Febri, penjelajahan di kawasan hutan pinus diharapkan mampu melatih kemandirian, ketahanan fisik, dan mental siswa sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi regu-regu kecil yang masing-masing terdiri atas 10 siswa, dengan kelompok putra dan putri terpisah. Setiap regu harus menyelesaikan sejumlah tantangan di pos-pos yang telah disiapkan panitia sebelum mencapai garis finis.
Materi tantangan disesuaikan dengan tingkatan kelas. Para siswa mendapatkan pembelajaran mulai dari sejarah Hizbul Wathan dan pengenalan atribut kepanduan, sandi kotak 1 dan 2, praktik tali-temali dan simpul, penguatan iman dan takwa (IMTAQ), hingga navigasi arah mata angin.
Tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, siswa juga diuji melalui permainan kelompok yang menuntut komunikasi, kerja sama, dan kekompakan regu.
Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama menjelajahi alam terbuka dengan berbagai tantangan. Salah satunya Kiandra Risky Nada Khalisa, siswi kelas 3B, yang mengaku sangat menikmati pengalaman hiking tersebut.
“Rasanya sangat seru sekali dan ingin mengulang hiking lagi agar mendapat pengalaman yang lebih menyenangkan. Di sini dapat ilmu baru seperti belajar sandi kotak dan bermain bakiak,” ungkapnya.
Kiandra juga menceritakan keseruan perjalanan yang melewati perkampungan, kawasan hutan, hingga jalan berbatu. Menurutnya, setiap pos menghadirkan tantangan berbeda yang membuat perjalanan semakin menarik.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantunya menjadi anak yang lebih mandiri. Bahkan, Kiandra mengaku ingin kembali mengikuti kegiatan hiking dan camping pada kesempatan berikutnya.
Di balik keseruan petualangan, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran penting tentang arti kebersamaan. Para siswa belajar bahwa perjalanan menuju tujuan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan kepedulian, saling membantu, dan semangat untuk menguatkan satu sama lain.
Udara sejuk khas Tawangmangu dan panorama alam Sekipan turut menambah pengalaman berkesan bagi peserta. Rasa lelah setelah menyusuri jalur perbukitan terbayar dengan pengalaman baru yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.
Kemeriahan kegiatan berlanjut hingga sesi penutupan dengan pengumuman regu terbaik. Panitia memberikan penghargaan dalam tiga kategori, yakni Regu Tergiat, Regu Terkompak, dan Regu Tertangkas.
Sorak sorai peserta mengiringi pengumuman para pemenang. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas usaha, kedisiplinan, dan kerja sama yang ditunjukkan setiap regu selama mengikuti penjelajahan.
Melalui kegiatan hiking Kepanduan Hizbul Wathan ini, SD Muhammadiyah Palur berupaya menghadirkan pendidikan karakter yang menyenangkan sekaligus bermakna. Alam menjadi ruang belajar, tantangan menjadi sarana pembentukan mental, dan kebersamaan menjadi bekal untuk tumbuh sebagai generasi yang mandiri serta berakhlak Islami.
Semangat Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan pun menjadi pesan yang mengiringi berakhirnya petualangan para pandu athfal tersebut. (*)
