28.9 C
Jakarta

Dari Botol Plastik Jadi Sedekah, Siswa SD Muhammadiyah 24 Bergerak

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Edukasi peduli lingkungan sejak usia dini terus dilakukan SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta. Salah satunya melalui keterlibatan siswa dalam kegiatan Bank Sampah Ganesha Karsa RW 4 Kelurahan Gajahan, Surakarta, Rabu (30/9/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, siswa SD Muhammadiyah 24 Gajahan berpartisipasi aktif dengan menyetorkan barang bekas berupa botol plastik ke Bank Sampah Ganesha Karsa.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai diarahkan agar dapat dikelola dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

 

Perwakilan pengelola Bank Sampah Ganesha Karsa, Yuanita, mengapresiasi partisipasi siswa SD Muhammadiyah 24 Gajahan.

 

“Anak-anak SD 24, yaitu SD Muhammadiyah 24, menyetorkan botol-botol plastik yang lumayan banyak. Kami mengucapkan terima kasih,” ujar Yuanita.

 

Menurut dia, Bank Sampah Ganesha Karsa secara rutin menggelar kegiatan setiap bulan. Masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi dengan menyetorkan berbagai barang bekas yang masih dapat dikelola.

 

“Kami mohon setiap bulan juga menyetorkan barang-barang bekas. Apa saja boleh disetorkan di tempat ini,” katanya.

 

Ajarkan Anak Memilah Sampah

 

Keterlibatan siswa dalam kegiatan bank sampah tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter. Anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

 

Pilah sampah dari rumah menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Kebiasaan tersebut sekaligus dapat memberikan nilai ekonomi bagi keluarga melalui pengelolaan barang bekas.

 

Bagi SD Muhammadiyah 24 Gajahan, partisipasi dalam kegiatan Bank Sampah Ganesha Karsa menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk mengenal pentingnya menjaga lingkungan.

 

Kegiatan tersebut juga mengajarkan bahwa sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik tidak harus berakhir sebagai limbah. Sebaliknya, sampah dapat menjadi sumber manfaat dan bahkan bernilai sosial.

 

Hasil pengelolaan Bank Sampah Ganesha Karsa selanjutnya dimanfaatkan untuk kegiatan sedekah. Dengan demikian, kebiasaan memilah sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk berbagi kepada sesama.

 

Semangat yang dibangun melalui kegiatan ini sederhana: pilah sampah dari rumah, jaga lingkungan, tambah manfaat ekonomi, dan ubah sampah menjadi berkah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!