TULUNGAGUNG, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menghadirkan Klinik Bisnis Management SDM. Memasuki Batch 2, program pendampingan ini mengajak pelaku usaha membedah persoalan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang dihadapi secara langsung di perusahaan.
Kegiatan yang digelar pada Minggu (27/9/2026) tersebut menjadi ruang belajar sekaligus konsultasi bagi peserta yang datang dengan latar belakang persoalan bisnis yang beragam.
Program Batch 2 dilaksanakan setelah Klinik Bisnis Management SDM Batch 1 mendapat respons positif dari peserta. Pada batch kali ini, SUMU Tulungagung menghadirkan kelompok peserta baru dengan tantangan dan kebutuhan pengelolaan SDM yang berbeda.
Berbeda dengan seminar yang umumnya berfokus pada penyampaian materi, Klinik Bisnis Management SDM menggunakan pendekatan konsultatif berbasis kasus nyata.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi membawa langsung persoalan yang terjadi di perusahaan untuk dibahas bersama mentor. Dengan demikian, proses pendampingan diarahkan untuk menemukan akar masalah sekaligus menyusun langkah perbaikan yang sesuai dengan kondisi masing-masing usaha.
Klinik Bisnis Batch 2 kembali menghadirkan Alfath sebagai mentor. Dalam sesi pendampingan, peserta diajak melihat berbagai persoalan internal perusahaan secara lebih objektif, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan karyawan dan sistem SDM.
“Setiap perusahaan memiliki persoalan SDM yang berbeda. Karena itu, pendekatannya tidak bisa hanya menggunakan teori yang sama untuk semua perusahaan. Kita perlu melihat masalahnya secara langsung, kemudian mencari akar persoalan dan menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan kondisi perusahaan,” ujar Alfath.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola karyawan. Beragam persoalan tersebut kemudian dibedah untuk mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki maupun dikembangkan.
Menurut Alfath, pengelolaan SDM tidak sebatas bagaimana perusahaan mencari dan mempertahankan karyawan. Lebih dari itu, perusahaan perlu membangun sistem yang mampu mendukung pencapaian tujuan bisnis.
“SDM harus dikelola sebagai bagian dari sistem bisnis. Mulai dari struktur organisasi, pembagian peran, kompetensi, pengelolaan karyawan, sampai sistem kerja harus saling terhubung. Ketika ada bagian yang tidak berjalan, kita perlu menemukan penyebabnya dan membenahinya secara bertahap,” katanya.
Pendekatan berbasis kasus nyata membuat peserta dapat memahami persoalan perusahaan secara lebih terstruktur. Diskusi yang berlangsung juga membantu pelaku usaha menemukan sejumlah aspek pengelolaan internal yang selama ini belum berjalan secara optimal.
Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan memperoleh perspektif baru untuk membangun sistem pengelolaan SDM yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan perusahaan.
Klinik Bisnis Management SDM Batch 2 sekaligus menjadi bagian dari upaya SUMU Tulungagung menghadirkan ruang belajar yang praktis bagi pelaku usaha. Program ini tidak hanya mendorong peserta memahami konsep pengelolaan SDM, tetapi juga membantu menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi langkah perbaikan yang dapat diterapkan di perusahaan.
Dengan semangat “Bawa Masalah Bisnis Anda. Kita Bedah, Kita Cari Solusinya,” Klinik Bisnis diharapkan menjadi ruang pendampingan bagi pelaku usaha untuk menghadapi tantangan bisnis secara lebih terarah.
Termasuk di dalamnya membangun sistem pengelolaan SDM yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan. (*)
