PEKANBARU, MENARA62.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Dr. H. Saidul Amin, M.A., menegaskan pentingnya perpaduan antara profesionalisme audit dan integritas moral dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang transparan, akuntabel, serta berkemajuan.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Workshop dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Konsorsium Internal Audit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (IA PTMA) se-Indonesia di Auditorium Kampus Utama UMRI, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) UMRI ini berlangsung selama tiga hari, 28–30 Oktober 2026, dengan melibatkan 72 peserta dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia.
Mengusung tema “Transformasi Audit Internal PTM/A: Memperkuat Peran SPI sebagai Strategic Partner dalam Good University Governance”, forum ini menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kompetensi auditor internal sekaligus memperkuat peran SPI sebagai mitra strategis pimpinan perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Saidul Amin menekankan bahwa audit internal bukan sekadar instrumen pemeriksaan administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi. Lebih dari itu, keberadaan SPI berperan penting dalam menjaga kesehatan organisasi, mengidentifikasi risiko, mencegah penyimpangan, serta memastikan pengelolaan sumber daya institusi berjalan efektif dan bertanggung jawab.
“SPI merupakan urat nadi bagi keselamatan Rektor, baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Saidul Amin disambut tawa hangat peserta.
Namun, Rektor UMRI mengingatkan bahwa pengawasan di lingkungan PTMA tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dan standar profesional audit. Pengawasan juga harus dilandasi kesadaran moral, tanggung jawab, serta nilai-nilai keislaman.
Menurutnya, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) harus menjadi ruh dalam seluruh aspek pengelolaan perguruan tinggi, termasuk pelaksanaan audit, pengawasan keuangan, hingga pengambilan keputusan.
“Perguruan tinggi Muhammadiyah itu dijiwai oleh Al-Islam Kemuhammadiyahan,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa auditor internal PTMA tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional, tetapi juga integritas dan kesadaran bahwa setiap amanah organisasi harus dipertanggungjawabkan secara institusional maupun moral.
Audit Internal Bukan Sekadar Mencari Kesalahan
Ketua Konsorsium IA PTMA, Dr. Banu Witomo, S.E., M.Si., mengatakan perubahan lingkungan pendidikan tinggi yang berlangsung cepat menuntut setiap perguruan tinggi untuk terus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas tata kelola organisasi.
Ia menegaskan, paradigma audit internal perlu terus berkembang. Auditor tidak semestinya hanya dipandang sebagai pihak yang mencari kesalahan, tetapi juga sebagai mitra yang membantu organisasi memperbaiki sistem dan menemukan solusi.
“Audit internal bukan mencari kesalahan, melainkan sistem yang membantu organisasi mencari jalan kebenaran dalam menjalankan organisasinya,” ungkap Banu.
Ia menambahkan, tata kelola perguruan tinggi yang baik bukan semata-mata untuk memenuhi tuntutan regulasi. Lebih dari itu, tata kelola merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga dan menjalankan amanah Persyarikatan Muhammadiyah.
“Penguatan SPI merupakan pilar utama dalam membangun PTMA yang unggul dan berkemajuan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Zul Azmi, M.Si., Ak., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan nasional tersebut.
Menurutnya, workshop dirancang untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi SPI, mulai dari penyusunan laporan keuangan, audit, perpajakan, hingga transformasi fungsi pengawasan menjadi mitra strategis dalam pengembangan institusi.
“Penguatan audit internal merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Persyarikatan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ujarnya.
Hadirkan Pakar Audit dan Tata Kelola Perguruan Tinggi
Workshop dan Rakornas IA PTMA ini menghadirkan Wakil Ketua III Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) sekaligus Ketua Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan (LPPK) PP Muhammadiyah, Prof. Mahfud Sholihin, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust.), sebagai keynote speaker.
Sejumlah narasumber kompeten juga dijadwalkan mengisi rangkaian kegiatan. Mereka adalah Drs. Abdul Hamid Cebba, MBA., Ak., CA., CPA., dari BPH UMJ/SPI UIN Syarif Hidayatullah; Dr. Dyah Ekaari Sekar J., S.E., M.Sc., QIA., Ak., CA., Wakil Ketua I Konsorsium IA-PTM/A; serta Drs. Ahmad Waluya Jati, M.M., CRP., PIA., Wakil Ketua II Konsorsium IA-PTM/A.
Selain itu, hadir Indah Permata Dewi, S.E., M.Ak., Sekretaris I Konsorsium IA-PTM/A; Agustin Dwi Haryanti, S.E., M.M., Ak., CSRS., CSRA., Bendahara II Konsorsium IA-PTM/A; serta Ulinnuha Yudiansa Putra, S.E., M.Acc., Ak., CA., CTA., dari Bidang Pengembangan Wilayah dan Kerja Sama II.
Melalui kegiatan ini, UMRI berharap terbangun kesamaan persepsi, peningkatan kompetensi, serta sinergi yang semakin kuat di antara satuan pengawas internal perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia.
Hasil workshop dan Rakornas diharapkan tidak berhenti sebagai rekomendasi forum, tetapi dapat diterapkan secara nyata di masing-masing perguruan tinggi.
Dengan demikian, SPI di lingkungan PTMA semakin mampu menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, independen, dan berintegritas, sekaligus menjadi mitra strategis pimpinan dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang sehat, transparan, akuntabel, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. (Syaheda/*)
