34.3 C
Jakarta

Dampak Bullying Dibahas, IMM Al-Ghozali UMS Edukasi Anak

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Bullying tidak selalu meninggalkan luka yang terlihat. Perundungan juga dapat memengaruhi kondisi psikologis korban dan membuat lingkungan sekolah terasa tidak aman.

 

Persoalan itu menjadi perhatian Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melalui program Pojok Ceria.

 

Program tersebut diwujudkan dalam kegiatan psikoedukasi bertajuk “Stop Bullying” yang digelar di Balai Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jumat (28/8/2026).

 

Sebanyak 32 siswa dan lima guru SDN 01 Wonotoro mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi diberikan untuk membantu anak-anak mengenali bullying, memahami bentuk-bentuknya, sekaligus mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban.

 

Mahasiswa Psikologi UMS, Iva Lesti Ardanah Putri dan Ayyash Fathi Atho’ullah, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

 

PIC kegiatan, Musakinah Oktafira Aura Wijaya, mengatakan psikoedukasi diawali dengan penjelasan mengenai pengertian bullying. Materi tersebut diberikan sebagai fondasi agar anak-anak mampu membedakan perilaku sehari-hari dengan tindakan yang tergolong perundungan.

 

“Selanjutnya, pemateri menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying secara fisik, verbal, sosial, dan melalui media digital, disertai dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama anak-anak,” jelas Musakinah saat dihubungi, Selasa (15/9/2026).

 

Menurut dia, antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak mengikuti penyampaian materi dengan semangat dan aktif dalam sesi diskusi.

 

Salah satu peserta, Nada Fara Maulidia, mengaku mendapat manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi tentang bullying penting agar anak-anak memahami bahwa tindakan perundungan bukan perilaku yang dapat dibenarkan.

 

“Acara hari ini seru dan sangat mendidik, agar yang suka membully sadar bahwa perilakunya itu tidak baik,” ujar Nada.

 

Hal senada disampaikan guru SDN 01 Wonotoro, Dian Kartikasari. Menurut dia, pemahaman tentang bullying perlu ditanamkan kepada anak sejak dini.

 

“Biar anak-anak paham bahwa bullying merupakan kegiatan yang tidak boleh dilakukan dan tidak dibenarkan,” kata Dian.

 

Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali berharap kegiatan Pojok Ceria tidak berhenti pada pemahaman mengenai definisi bullying. Anak-anak juga diharapkan mampu mengenali bentuk dan contoh perundungan serta memahami dampaknya terhadap orang lain.

 

Edukasi tersebut diharapkan mendorong anak-anak membangun sikap saling menghargai. Dengan begitu, lingkungan sekolah dapat berkembang menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perilaku perundungan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!