SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira, berhasil mempersembahkan medali emas untuk Merah Putih pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung di Dong Nai, Vietnam, pada 15–23 Juli 2026.
Prestasi tersebut turut mengantarkan Indonesia menempati posisi Juara Umum II dengan raihan enam medali emas, empat perak, dan sembilan perunggu. Dari enam medali emas yang diraih kontingen Indonesia, satu emas dipersembahkan Kirana yang menjadi satu-satunya atlet UMS dalam Tim Nasional (Timnas) Pencak Silat Indonesia.
Pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia sekaligus dosen dan pelatih UMS, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or., mengatakan keberhasilan Kirana merupakan buah dari pembinaan berkelanjutan sejak awal bergabung sebagai mahasiswa UMS melalui jalur Beasiswa Prestasi.
“Kirana memang menjadi salah satu atlet muda yang masuk dalam pantauan tim nasional. Dasar pemanggilannya karena berhasil menjuarai dua event nasional secara beruntun, yaitu POMNAS yang saat itu diselenggarakan di UMS dan PON Bela Diri di Kudus,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Nur Subekti, persiapan menuju Kejuaraan Asia telah dilakukan secara matang dengan mengintegrasikan pembinaan akademik dan olahraga.
“Sejak semester pertama kami sudah menyiapkan Kirana agar prestasinya tetap konsisten. Di Vietnam ini merupakan debutnya di level Asia. Alhamdulillah penampilannya sesuai harapan, baik dari aspek fisik, teknik, taktik, maupun mental,” ungkapnya.
Ia menjelaskan tantangan terberat justru datang pada laga pembuka saat Kirana harus menghadapi atlet tuan rumah Vietnam yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat Asia.
“Secara teknis Kirana mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan berhasil menguasai pertandingan,” katanya.
Meski Indonesia tidak menurunkan kekuatan penuh dalam kejuaraan tersebut, kontingen Merah Putih tetap mampu menunjukkan performa terbaik.
“Tuan rumah tentu ingin menjadi juara umum. Sementara Indonesia hanya mengirim atlet-atlet potensial, bukan full team. Alhamdulillah kita tetap berhasil menjadi Juara Umum II. Dari enam medali emas Indonesia, UMS menyumbangkan satu emas dari satu-satunya atlet yang kami kirim,” jelas Nur Subekti.
Bagi Kirana, medali emas di Vietnam menjadi pencapaian istimewa karena merupakan penampilan perdananya di tingkat Asia.
“Alhamdulillah senang. Karena ini laga perdana saya di level Asia, jadi pasti sempat grogi dan banyak tekanan. Tapi saya bersyukur bisa mewakili Indonesia dan menyumbangkan medali emas,” ujar mahasiswa angkatan 2024 tersebut.
Sebelum memperkuat Timnas Indonesia, Kirana pernah mewakili UMS pada kejuaraan internasional di Thailand. Ia berharap prestasi di Vietnam menjadi batu loncatan menuju kompetisi yang lebih bergengsi.
“Harapannya bisa kembali mewakili Indonesia di World Championship atau SEA Games,” katanya.
Perjalanan Kirana sebagai atlet dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci. Konsistensinya berlatih membawanya mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), bergabung dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), hingga akhirnya menjadi mahasiswa UMS sekaligus atlet nasional.
Di balik kesuksesan tersebut, Kirana mengakui banyak pengorbanan yang harus dijalani, mulai dari membagi waktu antara latihan, kuliah, keluarga, hingga kehidupan sosial.
“Dukanya harus siap menerima kekalahan, membagi waktu antara latihan, kuliah, keluarga, dan teman. Tapi ketika bisa berprestasi dan membanggakan keluarga, semuanya terbayarkan,” tuturnya.
Ia pun berpesan kepada atlet muda agar tidak menyerah ketika mengalami kegagalan.
“Harus selesai dulu dengan diri sendiri. Setelah itu bangkit lagi dan memperbaiki mindset supaya semangat untuk latihan dan bertanding kembali,” pesannya.
Nur Subekti menambahkan, Kirana yang merupakan penerima Beasiswa Prestasi 100 persen UMS kini diproyeksikan mengikuti pemusatan latihan nasional jangka panjang. Namanya telah masuk daftar kandidat untuk seleksi World Championship 2026 dan dipersiapkan menuju SEA Games 2027.
“Setelah berhasil menjadi juara di beberapa event, termasuk Kejuaraan Asia ini, Kirana menjadi kandidat atlet yang dipanggil mengikuti Pelatnas jangka panjang. Secara hasil, semuanya sudah sesuai dengan harapan,” pungkasnya. (*)


